SIDOARJO- Ratusan warga korban lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo melakukan salat Idul Adha bersama di tanggul lumpur desa Ketapang-Tanggulangin, Sidoarjo.
Berbeda dengan perayaan Idul Adha pada umumnya, pada perayaan Idul Adha tahun ini, tidak ada warga yang memotong hewan kurban. Mereka beralasan, macetnya angsuran ganti rugi dari lapindo membuatnya tak bisa berkorban tahun ini karena tak memiliki dana.
Ratusan warga dari empat desa yang menjadi korban Lumpur tampak khusuk mengikuti ibadah Salat Idul Adha, Minggu (6/11/2011).
Warga Desa Jatirejo, Siring, Renokenongo dan Kedungbendo ini pun hanya bisa merasakan kesedihan di hari Idul Fitri ini. Angsuran gantirugi dari Lapindo yang dijanjikan akan ditransfer setiap bulan kini macet total tanpa adanya penjelasan.
Tidak sedikit warga korban lumpur lapindo yang menangis saat berdoa setelah melaksanakan Salat Id karena kondisi mereka yang makin tertekan akibat ulah Lapindo yang menghentikan angsuran ganti rugi
“Kita tidak ada hewan kurban karena angsuran gantirugi dari lapindo macet,” kata Abdul Fatah, warga korban Lumpur.
Abdul mengatakan, warga korban lumpur Lapindo yang terdampak langsung lumpur Lapindo ini, hanya bisa berharap agar mendapat perhatian dari pemerintah. Warga meminta pemerintah segera menekan Lapindo agar menyelesaian pembayaran gantirugi warga yang belum tuntas hingga saat ini.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.