YOGYAKARTA- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Sistem peringatan dini lahar dingin Merapi guna mengantisipasi adanya lahar dingin yang keluar dari gunung tersebut.
Pasalnya, BNPB memperkirakan masih ada 90 juta meter kubik material di lereng Merapi dari 140 juta meter kubik dari hasil erupsi. Sekitar 50 persen di lereng selatan yang dapat mengalir ke Kali Woro, Kali Gendol, Kali Opak, dan Kali Boyong. Sisanya 50 persen berada di sisi barat ke Kali Krasak, Kali Putih, Kali Lamat dan Kali Pabelan.
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada okezone, Kamis (10/11/2011).
Sutopo menambahkan, sistem peringatan dini lahar dingin yang dibangun PVMBG dan BNPB tersebut dalam kondisi baik. Sensor Lahar AFM (acoustic flows monitoring) di Kali Senowo berjumlah dua, Kali Lamat satu buah, Kali Putih dua buah, Kali Batang satu buah, Kali Gendol atau Opak dua buah, Kali Boyong atau Code ada tiga buah, dan di Kali Krasak satu buah.
Untuk penakar hujan, lanjut dia, ada 16 sensor tersebar di hulu sungai utama dan lereng atas Merapi. Webcam terdapat 12 buah. Semua data tersebut ditransmisikan secara real-time ke BPPTK. Dengan sistem peringatan dini tersebut maka petugas pemantau di lapangan dapat menyampaikan ke masyarakat, relawan dan aparat bila ada hal-hal darurat. (sus)
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.