tragedi sukhoi

Miing: Kekerasan Guru SMP di Tambora Harus Diproses Hukum

Amril Amarullah - Okezone
Rabu, 16 November 2011 06:44 wib
Dedi Miing Gumilar (dok:okezone)
Dedi Miing Gumilar (dok:okezone)

JAKARTA – Kekerasan yang dilakukan guru terhadap tujuh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Budi Pekerti di Kelurahan Tambora, Jakarta Barat, menjadi perhatian serius sejumlah pihak.

Tujuh siswa tersebut seperti yang sudah dilaporkan ke Polsek Tambora yakni E (14), D (15) dan P (14) yang mengalami luka memar di kaki kananya, akibat sabetan benda tumpul.

Melihat kondisi ini, anggota komisi X DPR RI Fraksi PDIP Dedi ‘Miing’ Gumilar mengaku prihatin, dengan semakin tercorengnya dunia pendidikan di Tanah Air.

“Saya katakan itu, karena ini bukan kasus pertama kali di Indonesia,” kata Miing saat dihubungi okezone, Selasa (15/11/2011). Ini menunjukan kualitas dan moralitas guru semakin menurun. Tentu ini harus dibenahi.

Padahal, kata mantan pelawak itu, DPR sudah sering sekali berteriak ke Kemendiknas, bagaimana caranya membenahi kualitas guru, baik dari sisi akademis, psikologis, maupun sistem rekrutmennya.

“Dengan kasus yang ada ini, jelas menunjukan bagaimana sistem rekrutmen dan politik pendidikan di Indonesia bermasalah,”

Bahkan, jaman sekarang jadi guru itu mudah, tanpa melalui pendidikan khusus guru, sudah bisa mengajar di sekolah.

Artinya, guru jaman sekarang ini hanya memindahkan literatur buku kepada siswa didik, tanpa dibekali pendidikan bersikap dan berprilaku.
 
Seharusnya, guru itu memiliki kematangan psikologis. Apalagi profesi guru memiliki posisi yang berbeda, lebih terhormat dan tinggi. “Kalau sekarang ada guru yang melakukan tindakan tidak menyenangkan, apakah itu pantas disebut guru,” ucapnya.

Selanjutnya, Miing meminta, Kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami tujuh siswa SMP di Tambora. Tidak ada alasan untuk berdamai. Selesaikan ke ranah hukum, bila perlu ke pengadilan.

“Saya tidak setuju kasus seperti ini di selesaikan secara kekeluargaan, tidak bisa seperti itu dong, apalagi ini sudah masuk ke polisi. Jadi selesaikan sesuai hukum yang ada,”  tuturnya.


(amr)

  • Kera Sakti » 0 Tanggapan
    Mau tau resepnya ??? Makanya sekolah, disiplin, rajin belajar. Kasihan deh loh ga sekolahan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mayang anisa puttri » 0 Tanggapan
    iiiiih enk nya jd guru ,,, mnta resep ny dooooonk ,.,.,.,......
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Kera Sakti » 0 Tanggapan
    Pa Miing yang terhormat, besok balik lagi sekolah ke SMP.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Guru Melarat » 0 Tanggapan
    Seperti saya yang cuma Guru Honor (mengajar di yasasan pula) miris dengan berita ini, sebagai manusia kesabaran pasti ada batasnya, sudah susah payah mengajar lebih baik menghadapi murid yang b***h karena itu tantangan kami, tapi kalau murid yang kurang ajar . . . kadang orang tuanya tidak terima . . . dan memojokan Guru. Semoga ini menjadi renungan kita semua dan menjadi koreksi buat para orang tua murid yang menitipkan anaknya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • roadrunner » 0 Tanggapan
    b***i semua muridnya....baru disabet rotan ajah banyak omong. Padahal lo banyak gaya kayak jagoan.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.