TANGERANG - Diputusnya akses jalan utama milik warga Kampung Pulo Nyi Bontit, RT 07/10, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, membuat warga, terutama para ibu hamil terisolasi.
Mereka tidak bisa memeriksakan kandungan dengan leluasa lantara akses jalan utama mereka diputus oleh pengembang. Mereka juga mengaku takut menyeberang ke jalan yang disediakan pengembang.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, akses jalan milik warga diputus dengan dibangunnya parit atau semacam sungai buatan. Untuk menyebrang sungai, warga dan ibu hamil harus melewati papan kecil yang rapuh.
Selain melewati papan reot, mereka juga harus menaiki tebing setinggi tiga meter dengan tangga bambu seadanya.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari sekira 300 warga dari 48 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan tersebut, terdapat tujuh ibu-ibu yang di antaranya sedang hamil tua dan siap melahirkan.
"Kalau mau periksa kandungan ke Kosambi jadi susah, karena harus berjalan di papan dan naik tangga bambu," ujar Neneng yang tengah mengandung delapan bulan ini kepada okezone, Kamis (17/11/2011).
Dia mengaku khawatir terjadi sesuatu pada kandungannya saat melintas melewati parit yang hanya disedikan papan untuk melintas. Terlebih jika hujan turun, urukan tanah akan menjadi licin.
"Kami cuma minta akses jalan dan jembatan dibangun kembali agar warga mudah melakukan aktivitas. Jangan seperti ini," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, akses jalan utama warga diputus pengembang Green Lake City. Sudah empat hari berlalu, sejak akses jalan diputus, aktifitas warga sehari-hari terganggu.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.