Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Forum Guru Besar Kebijakan Publik Minimalisir Korban Bencana Alam

K. Yudha Wirakusuma , Jurnalis-Sabtu, 19 November 2011 |02:35 WIB
Forum Guru Besar Kebijakan Publik Minimalisir Korban Bencana Alam
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA- Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Sosial, Andi Arief mengatakan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan dari semua kalangan, termasuk akademisi, guna mengurangi dampak bencana alam.  
"Bencana itu seperti kita menghadapi peperangan yang mewajibkan kita untuk punya kesiap siagaan untuk penyelamatan," kata Andi dalam pesan singkatnya kepada okezone, Sabtu (18/11/2011).
 
Andi memmbuat perumpamaan, misalnya gugus tempur yang akan melumpuhkan lawan saja harus berlatih. Bencana lanjut Andi memiliki sifat melumpuhkan kita, tentu perlu latihan, simulasi dan mitigasi.
 
Andi Arief menyambut baik inisiatif Forum Guru Besar yang akan menjadi insentif dalam meminimalkan korban akibat Bencana Alam dan berharap akan meningkatkan frekwensi gerakan nasional tanggap Bencana Alam.
 
"Pertama mendengarkan assesment para ahli baik lokal maupun internasional apakah jenis kebencanaan yang ada. Apakah membahayakan secara luas ataukah bisa ditangani oleh pemerintahan lokal. Kedua, berdasarkan assesmen itu pemerintah akan melakukan langkah-langkah mitigasi yang menyusuaikan dengan assesment yang ada. Perlu penanganan nasional atau local," ungkapnya.
 
Banjir Thailand misalnya, tidak diduga menjadi nasional sifatnya. Ketiga, mempersiapkan masyarakatnya untuk lebih bersiap dan lebih aktif mitigasinya. Sebab kalau bencana besar yang datang, maka di menit dan jam-jam awal masyarakat sendirilah yang memiliki inisiatif penyelamatan. Pemerintah turun setelah dalam rangka membantu penanggulangan. "Tanpa keterlibatan luas masyarakat, maka kita akan sulit mengelola dampak bencana," tegasnya.
 
Dikesempatan berbeda, Forum Guru Besar Kebijakan Publik yang diwakili oleh Prof. Dr. H.Zaidan Nawawi, M.Si melakukan Audiensi dengan Andi Arief untuk memberikan kajian akademik dalam rangka membantu pemerintah menghadapi keadaan pra dan pasca bencana.
 
Menurut Zaidan Nawawi, pemahaman sosiologi dalam konteks bencana bisa dilihat dari kaca mata fenomena sosial yang secara mendasar akan berpengaruh pada tatanan hidup dan struktur sosial sosial.
 
Pemerintah perlu menerapkan model-model atau teori kerentanan sosial yang menekankan pada aspek kehidupan sosial, ekonomi, geografis, politik dan faktor-faktor budaya yang sifatnya berbeda-beda dalam kondisi. sebelum, selama dan setelah bencana.
 
"Akademisi bersedia untuk dilibatkan dalam rangka menginvestigasi bagaimana
kerentanan kelompok sosial seperti misalnya etnis minoritas, penduduk berpendapatan rendah, wanita, anak-anak, dan orang tua, berpengaruh pada kondisi penanggulangan bahaya dalam kejadian-kejadian bencana," tutupnya.

(Taufik Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement