JAKARTA – Buku mengenai Pak Harto kembali diluncurkan hari ini. Sebuah cerita di balik sepenggalan kisah perjalanan mantan penguasan Orde Baru ini dituangkan dalam buku ‘Pak Harto the Untold Stories’ edisi ke-2, di Jakarta, Sabtu (19/11/2011).
Sejumlah orang yang pernah ikut Soeharto menjadi saksi sejarah, selama menjadi anak buah Seoharto, ikut hadir dalam bedah buku tersebut.
Salah satunya adalah mantan ajudan Soeharto, Mayjen (Purn) Issantoso yang mengaku pernah berbincang-bincang waktu Soeharto masih hidup.
Menurut Issantoso, Pak Harto pernah menyampaikan pandangannya soal menteri-menteri SBY-Jusuf Kalla waktu itu.
Dia bercerita bagaimana Indonesia dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini. Menurut Pak Harto, SBY adalah orang pintar, hanya saja tidak didukung oleh para menteri-menterinya yang cakap.
“Waktu beliau masih hidup, saya bertanya kepada Pak Harto, bagaimana negeri kita ini sekarang, kok jadi seperti ini sekarang. Pak Harto bilang Bambang itu pinter, tapi menterinya tidak nyambung," ujar Mayjen (Purn) Issantoso, Sabtu (19/11/2011).
Issantoso juga bercerita bagaimana pak Harto pernah memerintahkan dia untuk membawa daftar kekayaan calon menteri sebelum ditunjuk. Dan saat itu menteri yang paling kaya adalah Abdul Latief, Menteri Tenaga Kerja.
Pak Harto pun bingung, kenapa orang belum bekerja (ditunjuk sebagai menteri) tetapi sudah sangat kaya.
Issantoso juga menceritakan bagaimana ia pernah diminta untuk mengklarifikasi korupsi yang dituduhkan melalui yayasan Soeharto.
”Saat itu Pak Harto bilang, ‘Kamu cari tahu mengenai yayasan saya, orang mau saya ajak ke surga kok malah saya dituduh korupsi’," tutur Issanto menirukan perkataan Soeharto.
(Amril Amarullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.