tragedi sukhoi

Pemprov Jabar Tak Setuju Pembangunan Bandara di Majalengka

Iman Herdiana - Okezone
Minggu, 20 November 2011 01:04 wib

BANDUNG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat merasa keberatan dengan rencana pembangunan bandara internasional di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Pasalnya, di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat, bandara internasional akan dibangun di Kertajati.  
Kepala BAPEDA Pemprov Jabar Deny Juanda menjelaskan, rencana pembangunan bandara internasional Karawang merupakan hasil studi Metropolitan Prioroty Area yang dilakukan JICA, peusahaan konsultan asal Jepang, untuk memfasilitasi mobilitas Jakarta. Pihaknya sudah disampaikan kepada pihak JICA Jepang.
 
“Kita sudah disampaikan keberatannya. Lebih baik konsentrasi besarkan Cengkareng yang sudah dikenal di dunia daripada buat yang baru. Lalu Kertajati, mari kita kembangkan pembangunan di Jabar,” kata Deny, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/11/2011).
 
Rencana pembangunan bandara ini untuk kebutuhan Jakarta sebagai pusat ekonomi, industri, pemerintahan, wisata dan lainnya. Studi oleh konsultan Jepang itu dilakukan karena Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sudah terbatas. Saat ini pembangunan bandara internasional Kertajati baru tahap pembebasan lahan.
 
“Mari jalankan suatu dokumen negara yang sudah disepakati bersama. Kan RTRW itu sudah diresmikan Menteri PU, Bandara Kertajati sudah ditetapkan oleh Menteri Perhubungan. Mari kita lanjutkan,” tuturnya.
 
Deny menambahkan, pihaknya telah menyampaikan konsep untuk membangun Jakarta perlu melibatkan daerah di sekitarnya. Konsep tersebut adalah metropolitan kembar Bodetabek (Bogor, Depok, Bekasi). Bodetabek inilah yang seharusnya turut dibesarkan, bukan hanya Jakarta saja.
 
“Sehingga kita punya metropolitan kembar,” ujarnya.
 
Bahkan Minggu lalu pihaknya mengikuti pertemuan di Bapenas. Deny sendiri menyampaikan pentingnya konsep metropolitan kembar di peri-peri Jakarta.
 
Dia mengusulkan supaya kantor kementerian tidak terpusat di Jakarta supaya kebijakan bisa terdistriusi dengan baik dan keramaian tidak terpusat di Jakarta.
 
Misalnya, kementerian bisa di Depok dan sekitarnya. “Saya enteng saja misalnya Menteri Perindustrian di Bekasi saja karena 60 persen industri ada di Bekasi. Nanti kalau presiden rapat kabinet kan dekat. Tapi nanti Bekasi akan jadi maju,” usulnya.

(opx)

  • dedi » 0 Tanggapan
    ya seharusnya masyarakat di tempatkan dulu . byr dulu rumah .kalau sawah dulu yg di byr mereka tidak punya garapan artinya tdk punya penghasilan . sementara mereka msh di situ
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ari » 0 Tanggapan
    untuk pembangunan jangka panjang tentunya cari lokasi yang tidak terlalu dekat dengan pusat kota jakarta jangan hanya menuruti pihak investor saja, kita lebih berhak mengatur negri sendiri
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Noka » 1 Tanggapan
    Saya kasian k warga d sana, ko pembebasan tanah d bandara kertajati tebang pilih.sawah d dahulukan,pemukiman ko terakhir,rakyat d sana mau mkn apa,g ada kegiatan
    • dedi
      seharusnya masyarakat dulu di tempatkan .. kalau sawah dulu yg di byr mereka tidak punya garapan .
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ade » 0 Tanggapan
    Seandainya Bandara International Kertajati di Majalengka tdk jdi dibangun...sebaiknya beberapa kabupaten seprti Indramayu,Kuningan,Majalengka,Cirebon,dan klo mau Sumedang,Subang buat pemekaran atau pisah saja jadi propinsi jabar buat propinsi baru...beressss...biar tahu rasa.... ..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.