BANDUNG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat merasa keberatan dengan rencana pembangunan bandara internasional di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Pasalnya, di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat, bandara internasional akan dibangun di Kertajati.
Kepala BAPEDA Pemprov Jabar Deny Juanda menjelaskan, rencana pembangunan bandara internasional Karawang merupakan hasil studi Metropolitan Prioroty Area yang dilakukan JICA, peusahaan konsultan asal Jepang, untuk memfasilitasi mobilitas Jakarta. Pihaknya sudah disampaikan kepada pihak JICA Jepang.
“Kita sudah disampaikan keberatannya. Lebih baik konsentrasi besarkan Cengkareng yang sudah dikenal di dunia daripada buat yang baru. Lalu Kertajati, mari kita kembangkan pembangunan di Jabar,” kata Deny, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/11/2011).
Rencana pembangunan bandara ini untuk kebutuhan Jakarta sebagai pusat ekonomi, industri, pemerintahan, wisata dan lainnya. Studi oleh konsultan Jepang itu dilakukan karena Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sudah terbatas. Saat ini pembangunan bandara internasional Kertajati baru tahap pembebasan lahan.
“Mari jalankan suatu dokumen negara yang sudah disepakati bersama. Kan RTRW itu sudah diresmikan Menteri PU, Bandara Kertajati sudah ditetapkan oleh Menteri Perhubungan. Mari kita lanjutkan,” tuturnya.
Deny menambahkan, pihaknya telah menyampaikan konsep untuk membangun Jakarta perlu melibatkan daerah di sekitarnya. Konsep tersebut adalah metropolitan kembar Bodetabek (Bogor, Depok, Bekasi). Bodetabek inilah yang seharusnya turut dibesarkan, bukan hanya Jakarta saja.
“Sehingga kita punya metropolitan kembar,” ujarnya.
Bahkan Minggu lalu pihaknya mengikuti pertemuan di Bapenas. Deny sendiri menyampaikan pentingnya konsep metropolitan kembar di peri-peri Jakarta.
Dia mengusulkan supaya kantor kementerian tidak terpusat di Jakarta supaya kebijakan bisa terdistriusi dengan baik dan keramaian tidak terpusat di Jakarta.
Misalnya, kementerian bisa di Depok dan sekitarnya. “Saya enteng saja misalnya Menteri Perindustrian di Bekasi saja karena 60 persen industri ada di Bekasi. Nanti kalau presiden rapat kabinet kan dekat. Tapi nanti Bekasi akan jadi maju,” usulnya.
(Taufik Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.