Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Harus Jelaskan ke RI Soal Pangkalan Militer di Aussie

Ferdinan , Jurnalis-Minggu, 20 November 2011 |11:07 WIB
AS Harus Jelaskan ke RI Soal Pangkalan Militer di Aussie
Ilustrasi/Foto: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Darwin, Australia, dikhawatirkan akan mengganggu situasi perdamaian di negara kawasan Asean.

AS juga harus memberi penjelasan kepada pemerintah terkait pangkalan militernya yang hanya berjarak 820 kilometer dengan Indonesia.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR Tubagus Hasanuddin. Menurutnya, pemerintah Indonesia sudah sepatutnya menerima penjelasan langsung mengenai pangkalan militer bagi 2.500 pasukan marinir AS tersebut.

"Perlu ada jaminan dari AS, karenanya keberadaan pangkalan milter itu harus dijelaskan kepada pemerintah Indonesia," kata Tubagus kepada okezone, Minggu (20/11/2011).

Tubagus menduga, AS akan melakukan intervensi terhadap pemerintah terkait keberadaan PT Freeport di Papua. Meski AS diyakini tidak menggunakan kekuatan militernya untuk menekan Indonesia.

"Dalam urusan diplomasi, perundingan, atau memback-up PT Freeport itu bisa jadi, karena jarak pangkalan militernya tidak jauh. AS hanya ingin menunjukan tidak main-main untuk masuk ke Asean," sambungnya.

Ganggu Asean


Tubagus yang juga politikus senior PDI Perjuangan ini meyakini, keberadaan pangkalan militer AS di Australia malah menciptakan ketegangan baru di Asia.

Dia menduga AS akan melakukan campur tangan terkait sengketa wilayah Pulau Spratly di Laut Cina Selatan yang diklaim oleh Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam termasuk Cina. Padahal, Asean sepakat menyelesaikan klaim wilayah tanpa menggunakan kekuatan militer.

"Niat AS membantu menyelesaikan klaim wilayah itu dengan menempatkan pasukan di Australia akan menambah ketegangan antar negara Asean," jelas dia.

Perdana Menteri Australia Julia Gillard sendiri menegaskan pembukaan pangkalan militer di wilayahnya sebagai tempat latihan marinir dalam mengatasi bencana alam di kawasan Asia Timur termasuk Australia.


(Ferdinan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement