tragedi sukhoi

Buku Pak Harto the Untold Stories

Menteri SBY Jelek Menurut Pak Harto, Ini Komentar Demokrat

Susi Fatimah - Okezone
Minggu, 20 November 2011 06:30 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan buruknya kinerja menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu merupakan bagian dari risiko politik yang harus diterima karena Indonesia menganut sistem presidensil dan multipartai. 
 
“Sebenarnya karena kita pakai sistem presidensil dan karena kita multipartai, itu bagian dari risiko politik dimana kabinet mengakomodasi mayoritas dari partai politik. Jumlah menteri dari partai lebih banyak dari professional,” ujar Max kepada okezone, Sabtu (19/11/2011).  
 
Menurut Max, harus ada tolok ukur untuk menilai baik tidaknya kinerja seorang menteri dalam menjalankan tugas dan kewenangannya. Selama ini, sambung Max, barometer untuk mengukur kinerja menteri hanya saat terjadinya reshuffle kabinet.
 
Kendati demikian, Max menghargai para pengamat yang menilai kinerja menteri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak becus bekerja. “Saya rasa opini berkembang demikian sah-sah saja penilaian mereka. Selama pengamat mengatakan demikian tidak ada yang perlu dikomplain,” tutur pria asli Ambon Maluku ini.
 
Sebelumnya, salah satu mantan ajudan Soeharto, Mayjen (Purn) Issantoso yang mengaku pernah berbincang-bincang waktu Soeharto masih hidup. Menurut Issantoso, Pak Harto pernah menyampaikan pandangannya soal menteri-menteri SBY-Jusuf Kalla waktu itu.

Dia bercerita bagaimana Indonesia dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini. Menurut Pak Harto, SBY adalah orang pintar, hanya saja tidak didukung oleh para menteri-menterinya yang cakap.

“Waktu beliau masih hidup, saya bertanya kepada Pak Harto, bagaimana negeri kita ini sekarang, kok jadi seperti ini sekarang. Pak Harto bilang Bambang itu pinter, tapi menterinya tidak nyambung," ujar Mayjen (Purn) Issantoso.
 
Hal itu dikatakannya dalam peluncuran buku ‘Pak Harto the Untold Stories’ edisi ke-2, di Jakarta, kemarin.

(abe)

  • Bernardus Wato Ole » 0 Tanggapan
    Pa Harto memang banyak kekurangannya, tetapi ketegasananya menjadi buah bibir dunia. Sayang sekali SBY hanya dikelilingi oleh orang-orang yang 'banyak berguntur tetapi tidak turun hujan'.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Ben » 2 Tanggapan
    Lho,waktu itu sejak 1998 sd terakhir bpk Soeharto udah pikun dan lupa ingatan,kok bisa diwawancara?hehehe
    • pitathaeng
      selama sistemnya masih demokrasi negara ini bakalan hancur , sadarlah kalian wahai pemimpin negeri segerahlah kembali ke pemerintahan i***m
    • andre
      gara2 orang2 politik kotor dan mahasiswa mahasiswa b***h tukang demo ..... suharto terus menerus dihakimi .... terpaksa gak keluar rumah dan pura2 pikun kalo gua jadi suharto bakal gw habisin aja mahasiswa2 b***h tukang demo dan koruptor2 yang pengen nyari lahan basah dengan alasan demokrasi itu ..... negara kacau balau oh indonesiaku Semoga pak harto bisa beristirahat dengan tenang
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.