JAKARTA - Ketua Komisi Pertahanan dan Luar Negeri DPR Mahfudz Siddiq mempertanyakan kebijakan Amerika Serikat membuka pangkalan militer di Darwin, Australia.
Pemerintah Indonesia, kata Mahfudz, harus meminta penjelasan resmi terkait pangkalan militer yang letaknya cukup dekat yakni 820 kilometer dari Indonesia. “Apa alasan dan tujuannya. Karena kawasan ini tingkat ancaman keamanannya kecil," kata Mahfudz kepada Okezone, Senin (21/11/2011).
Mahfudz menambahkan, meski dengan alasan peningkatan kerjasama militer AS-Australia, hal ini penuh tanda-tanya. “Bisa saja muncul spekulasi ini ancaman terhadap situasi wilayah timur Indonesia, khususnya Papua dan kepentingan pengamanan Freeport,” jelasnya.
Menurutnya, penempatan pangkalan militer AS di Darwin dengan alasan untuk dijadikan latihan militer tanggap bencana alam, tidak tepat. “Masalah yang sering jadi perhatian Australia adalah lalu lintas imigran gelap dari Afghanistan dan pelanggaran batas laut oleh nelayan tradisional,” pungkasnya.
Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali, mengaku sudah menerima penjelasan resmi dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Obama beralasan, penempatan pasukan itu untuk tanggap darurat bencana alam dan latihan bersama. “Saya senang dengan penjelasan itu,” demikian kata Yudhoyono kepada pers beberapa waktu lalu.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.