Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DPR: Waspadai Pembangunan Pangkalan Militer AS di Australia

Misbahol Munir , Jurnalis-Senin, 21 November 2011 |13:25 WIB
DPR: Waspadai Pembangunan Pangkalan Militer AS di Australia
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Pramono Anung, menilai pembangunan pangkalan militer Amerika Serikat di Australia harus tetap diwaspadai. Karena bagaimanapun pembangunan itu jelas akan mempengaruhi Geopolik Indonesia. Meskipun pembangunan itu diniatkan untuk tujuan agar dapat membantu negara-negara yang rentan dengan bencana.

"Kita sebagai sebuah negara berdaulat, apa yang disampailkan Barack Obama dan menteri Australia, kita boleh percaya atau tidak percaya. Sebagai negara berdaulat pasti ada dampak geopolitik. Kita harus bisa memanfaatkan," ujar Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2011).

Menurut dia, apapun motif yang dari pembangunan itu jelas harus diwaspadai apalagi perubahan ekonomi dan beberapa kekayaan Sumber Daya Alam baru ditemukan dan tentunya akan beralih ke negara bagian timur.

"Kekuatan militer AS yang mendominasi. Kalau mereka di sana untuk membantu bencana, padahal kalau kita lihat terkait bencana terbesar di Indonesia. Kalau untuk membantu sehingga boleh saja jangan untuk punya maksud lain. Kita tau masa depan dunia ada di Timur," jelasnya.

"Iya harus diwaspadi," imbuhnya.

Bagi dia, pembangunan itu harus diwaspadai apakah juga terkait dengan intensnya pemantauan Amerika Serikat terhadap kondisi Papua.

"Karena masa depan dunia. Gas minyak, barang tambang kan sekarang ini ditemukan terus. Kita harus jadi pertimbangan untuk diwaspadai," tukasnya.

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement