Guru Honorer Resah dengan Surat Edaran Sekjen Kemendikbud

Guru Honorer Resah dengan Surat Edaran Sekjen Kemendikbud

Image: corbis.com

BANDUNG - Para guru honorer di Bandung, Jawa Barat, merasa resah dengan surat edaran dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Surat bernomor 088209/A.C5/KP/2011 tersebut berisi pemberitahuan tentang penundaan pemberian tunjangan profesi.

Merespons surat edaran itu, puluhan guru honorer yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Bandung melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jawa Barat. Mereka mengecam surat edaran yang dinilai tidak adil dan diskriminatif.

 

Dalam aksinya, para guru honorer itu mengusung berbagai karton bertuliskan hujatan terhadap pemerintah, di antaranya "Kang Dada Mana Janjimu?", "Mana Tunjangan Daerah Bagi Guru Honorer?", serta "Kewajiban Sama Hak Beda".

Koordinator FKGH Yayan Hendrian mengungkapkan, surat edaran Sekjen Mendikbud berisi tiga hal yang merugikan guru honorer.

Pertama, guru honorer di sekolah negeri maupun dari yayasan swasta tidak bisa mendapat sertifikasi. Bagi yang terlanjur mendapatkan sertifikasi harus dikembalikan. 

Kedua, surat invasing guru honorer tidak lagi diurus Dinas Pendidikan Kota Bandung. Sehingga belasan ribu guru honorer di Bandung tidak bisa mendapat sertifikasi. Padahal SK Invasing adalah syarat untuk mendapatkan sertifikasi.

Ketiga, uang intensif guru honorer di Kota Bandung dihentikan secara sepihak oleh Disdik Kota Bandung.

"Tiga hal itu adalah perlakuan yang diskriminatif terhadap guru honorer," kata Yanyan, di sela unjuk rasa, Selasa (22/11/2011).

Dia menyebutkan, ada sekira 14 ribu guru honorer di Bandung. Meski yang mengikuti unjuk rasa hanya puluhan orang, pada dasarnya semua guru honorer di Kota Bandung resah oleh surat edaran tersebut.

Surat edaran Sekjen Mendikbud ditandatangani Sekjen Ainun Naim. Surat ditujukan kepada bupati/walikota seluruh Indonesia.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
1 komentardisclaimer
  • Suci • satu minggu lalu
    KISAH SUKSES Lolos Jadi PNS Guru di Lingkungan Pemda daerah SULAWESI TENGGARa.assalamu Alaikum wr wb-, Saya Ingin Berbagi cerita kepada Anda, Bahwa dulunya Saya hanya Seorang tenaga Honorer di Sekolah Dasar KOLAKA SULAWESI TENGGARA. Sudah 8 Tahun Saya Jadi Tenaga honorer Belum diangkat Jadi PNS,Bahkan Saya Sudah berkali2 mengikuti Ujian, Dan membayar 40jt namun hasilnya nol Uang pun TIDAK Kembali, bahkan Saya Sempat putus asa,Namun Teman Saya memberikan no tlp Bpk.Drs DEDE JUNAEDY M.Si Selaku petinggi di BKN Pusat Yang di Kenalnya selaku kepala DIT Pengadaan PNS. Saya pun coba menghubungi beliau Dan beliau menyuruh Saya mengirim Berkas Saya melalui Email, Alhamdulillah No Nip Dan SK Saya Akhirnya Keluar. Allhamdulillah tentunya sy pun Sangat Gembira sekali,Jadi apapun keadaan Anda skarang Jangan Pernah putus asa Dan Terus berusaha, kalau Sudah Waktunya tuhan pasti kasih jalan,Ini Adalah kisah Nyata Dari Saya. Untuk hasil ini Saya ucapkan terimakasih kepada.1. ALLAH SWT; Karena KepadaNya kita meminta Dan memohon. 2. Terimakasih untuk khususnya Bpk. Drs DEDE JUNAEDY M.Si Di BKN PUSAT, Dan Dialah Yang membantu Kelulusan saya, Alhamdulillah SK Saya Tahun ini Bisa keluar. Teman Teman yg ingin seperti Saya silahkan Anda Hubungi Direktorat Pengadaan PNS, Drs DEDE JUNAEDY .No Tlp; 085200 939394, Siapa tau beliau Masih mau membantu.
    Beri Tanggapan

berita lainnya

Baca Juga