ITB Buka Kursus TI Gratis

|

foto: ist

ITB Buka Kursus TI Gratis

BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka kursus teknologi dan informasi (TI) gratis. Langkah ini merupakan salah satu jawaban kampus Ganesha tersebut atas perkembangan TI yang dirasakan berlangsung cepat, dan inovasi dalam bidang TI yang terus bermunculan.

Kursus tersebut bertujuan memberi pemahaman perkembangan TI terkini. Melalui Comlabs, penyedia layanan TI di ITB, kursus dibuka secara rutin setiap sabtu dengan nama Free Saturday Lessons (FSL). Salah satu materi kursus adalah "Membedah Peluang Kerja di Industri Keuangan dan Analis Bisnis".

Di antara produk TI yang ingin diperkenalkan pada seminar kali ini adalah SAS. Sistem ini dapat mengolah data-data statistik sehingga menghasilkan informasi yang berguna. SAS digunakan untuk mengolah data-data masa lalu dan menghasilkan prediksi tren masa depan.

Perangkat lunak itu juga dapat digunakan di berbagai macam lingkungan, dari industri jasa seperti rumah sakit, lembaga pemerintah, institusi pendidikan, hingga industri manufaktur dan retail. Demikian seperti dikutip laman ITB, Selasa (22/11/2011).

Seperti kegiatan bincang-bincang biasanya, pada kursus hadir sebagai pemateri pertama, yaitu dosen Program Studi Matematika ITB Dumaria Tampubolon. Dia menjelaskan tentang kegunaan statistik dalam aktivitas industri, penelitian, bahkan dalam pembuatan keputusan sehari-hari. Damaria juga menjelaskan kemampuan apa saja yang diperlukan untuk berkarier di industri keuangan dan analisis bisnis.

Selanjutnya, analis bisnis Standard Chartered Bank Anggi Ratna juga menjelaskan tentang aplikasi pengetahuan statistika dan analisis data di dunia perbankan. Dia pun memperkenalkan peluang karier di industri keuangan dan analisis bisnis.

Tak ketinggalan Senior Business Manager SAS Parbudi Nurrachmanto dan praktisi industri pengguna perangkat lunak SAS Muljo Witono memperkenalkan aplikasi SAS pada industri serta bagaimana penggunaan software ini memberi solusi kepada permasalahan di industri.

Selain mahasiswa ITB, kursus tersebut juga diikuti mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Mereka menyambangi kampus ITB setiap minggunya guna menghadiri FSL.

"Setelah lulus, kami akan bergabung dengan institusi pemerintah. Karenanya, kami perlu memahami permasalahan di masyarakat dengan menyeluruh, termasuk permasalahan pada industri dan bisnis," ujar mahasiswa Manajemen Pemerintahan IPDN Andika Dewantara. (rni)

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Syarat Penangguhan Penahanan MA Belum Lengkap