NUSA DUA - Tumpahan minyak di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Australia menyebabkan tercemarnya perairan Indonesia di Laut Timor dan menyengsarakan ribuan nelayan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Negara Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya meminta agar berbagai pihak segera menyelesaikan kasus ini.
"Kejadian tumpahan minyak di laut harus sesegera mungkin ditanggulangi sebelum menyebar luas dan tidak terkendali," ujar Balthasar Kambuaya dalam seminar bertajuk Registration of Dispersant in the Oil Spill Response at Sea, di Kuta Paradiso Hotel, Bali, Rabu (23/11/2011).
Kambuaya menambahkan, upaya penanggulangan harus segera dilakukan guna menyelamatkan lingkungan, khususnya biota laut dan kehidupan manusia di sekitarnya.
Kambuaya mengakui penanggulangan tumpahan minyak menemui banyak hambatan. Operasi penanggulangan yang andal dan terlatih tidak dapat dilakukan secara instan dan memerlukan latihan terus menerus serta dukungan sumber daya manusia (SDM), peralatan, dan dana yang tidak sedikit.
"Dana pendukung operasional penanggulangan juga belum jelas alokasinya sehingga belum bisa secara maksimal dilakukan," papar mantan Rektor Universitas Cenderawasih ini.
Seperti diketahui, pada 21 Agustus 2009 terjadi tumpahan minyak di perairan ZEE Australia. Hal itu terjadi dari kegiatan eksploitasi minyak di laut. Akibatnya sekira 1.300 nelayan di NTT mengalami penurunan hasil tangkapan ikan sebanyak 80 persen dari biasanya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.