Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Bingung Atasi Tumpahan Minyak di NTT

Susi Fatimah , Jurnalis-Rabu, 23 November 2011 |15:10 WIB
Pemerintah Bingung Atasi Tumpahan Minyak di NTT
Ilustrasi (antifascistencyclopedia.com)
A
A
A

NUSA DUA - Pemerintah belum menentukan teknik yang akan digunakan untuk menanggulangi tumpahan minyak di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Australia yang menyebabkan tercemarnya perairan Indonesia di Laut Timor dan menyengsarakan sekitar 1300 nelayan di Nusa Tenggara Timur (NTT). 
 
Hal itu dikatakan Deputi Bidang Pengelolaan B3, Limbah B3 dan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup, Masnellyarti dalam jumpa pers di Kuta Paradiso Hotel, Bali, Rabu (23/11/2011). 
 
Masnellyarti menjelaskan, pemerintah saat ini masih melakukan pembahasan dengan para ahli dari dalam dan luar negeri guna memutuskan langkah yang akan dilakukan. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah apakah Indonesia akan mengikuti cara yang ditempuh Australia dalam menyelesaikan kasus tumpahnya minyak tersebut.    
 
"Di dalam penanggulangan penyebaran minyak pihak Australia menggunakan dispersant yang berkoordinasi dengan menteri perhubungan waktu itu menggunakan dispersant yang dimasukan ke laut," ujar Masnellyarti.
 
Namun yang menjadi persoalan, dispersant masuk dalam salah satu zat yang berbahaya dan beracun. Sehingga perlu dipertimbangkan apakah akan menggunakan teknik ini. 
 
"Kita pahami bahwa dispersant ada yang bersifat berbahaya dan beracun bagi kehidupan bagi ekosistem laut. Untuk itu, pertemuan ini akan bahas tata cara penggunaan dispersant dalam penanggulangan tersebut seperti apa," katanya.
 
Sementara menurut Vice President HSSE Corporate PT Pertamina, Joko Susilo mengaku tidak berani menggunakan dispersant tanpa seizin Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi (Migas).
 
"Pertamina tidak akan menggunakan dispersant kalau tidak ada izin dari Ditjen Migas," tuturnya.
 
Joko mengatakan untuk menentukan keputusan tersebut harus mensinergikan peraturan Ditjen Migas dengan penyesuaian kebutuhan lingkungan. Tujuan utama yang penting adalah penghasilan nelayan kembali naik dengan meningkatnya tangkapan ikan dan kondisi pantai di darat kembali membaik.
 
Melihat kondisi seperti itu, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya mengaku khawatir dan meminta untuk segera dituntaskan agar tidak menyebar ke lokasi lain.
 
"Di Indonesia Timur banyak eksplorasi minyak seperti Australia. Saya khawatir akan menyebar ke tempat lainnya. Kita koordinasi dengan ESDM mengenai eksplorasi harus segera ditangani," katanya. 

(Insaf Albert Tarigan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement