JAKARTA - Kepolisian Daerah Metro Jaya akan kembali mengevaluasi pemicu kerusuhan yang terjadi di Stadion Gelora Bung Karno (SGBK) jelang laga Final Indonesia melawan Malaysia. Kuat dugaan salah satu pemicunya adalah tidak beresnya sistem penjualan tiket masuk.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharuddin Djafar mengatakan tiket masuk adalah salah satu bahan yang perlu di evaluasi dan diperhatikan.
"Penjualan tiket mesti diperhatikan juga dan mesti dibenahi, itu yang akan menjadi bahan evaluasi berikut. Kita lihat di mana masalah-masalahnya," ucapnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (24/11/2011).
Parkir kendaaraan, kata Baharuddin, juga akan dievaluasi dan akan mulai dibatasi untuk memarkir di areal Ringroad. "Mulai dibatasi kendaraan yang masuk ke Ringroad, banyak hal yang mesti dibereskan dan diberitahu kepada masyarakat," tambahnya.
Baharuddin menambahkan untuk mengantipasi membludaknya penonton di Stadion Gelora Bung Karno (SGBK) agar disediakan layar lebar 6 buah dan dipasangkan di luar, masyarakat juga bisa mengadakan nonton bareng (nobar) dilingkungannya masing-masing.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat beredarnya tiket palsu, stadion GBK over capacity. Akibatnya Reno Soeharto Alpino Arena (20) dan Aprilianto Eko Wicaksono (14) tewas terinjak-injak saat akan masuk stadion.
Selain dua korban meninggal, masih ada 14 orang luka-luka. Di antara korban luka terdapat anak yang berusia 6 tahun yang berdomisili di Bintaro. Kisruh penjualan tiket juga memicu emosi massa yang berujung pada pembakaran loket tiket GBK.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.