Empat Balita di Sukabumi Tertular HIV/AIDS

|

Ilustrasi

Empat Balita di Sukabumi Tertular HIV/AIDS
SUKABUMI  - Sebanyak empat orang balita dan seorang bocah berusa enam tahun asal Kota Sukabumi dinyatakan terinfeksi virus HIV/AIDS. Penyakit mematikan tersebut ditularkan melalui orangtuanya masing-masing.
           
Penanggungjawab program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, Wahyu Hendriawan, mengatakan keempat balitan dan seorang bocah itu terkena virus HIV/ADIS akibat faktor keturunan.

“Data ini diperoleh berdasarkan laporan dari rumah sakit maupun konseling. Umumnya mereka tertular melalui sang ibu yang telah lebih dahulu mengidap virus tersebut karena pernah menjadi pekerja seks komersial atau pengguna narkoba,” jelas Wahyu.
           
Keberadaan lima anak penderita HIV/AIDS ini semula tidak diketahui. Pasalnya para orang tua masing-masing mengaku tidak mengetahui dirinya telah terinfeksi virus. Karena gejala penyakit tersebut tidak dirasakan selama lima tahun terakhir. Kasusnya terungkap setelah masing-masing orang tua menjalani pemeriksaan medis. Hasilnya menunjukan positif AIDS.

“Dengan begitu maka sang anak berpotensi turut tertular penyakit yang sama,” ujar Wahyu.
           
Selain menulari empat balita dan seorang bocah, KPA Kota Sukabumi mendata sepanjang 2011 ini vrius HIV/AIDS juga menjangkit 48 warga. Dari jumlah itu, sebanyak 28 orang diantaranya meninggal dunia. Ini menambah panjang daftar penderita HIV/AIDS yang mengalami kematian. Data terakhir menunjukan hingga tahun 2000 silam, terdapat 288 penderita meninggal dunia.
           
Secara keseluruhan jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi mencapai 477 orang. “Ada perubahan kecendrungan, tahun sebelum para penderita ini mayoritas adalah pengguna narkoba. Tapi di tahun ini lebih dominan para pecandu seks bebas,” ungkapnya. Lebih lanjut Wahyu menyebutkan dari 477 penderita ini, hampir 60% merupakan berenis kelamin wanita.
(crl)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rini Soemarno Diragukan Bisa Laksanakan Agenda Trisakti