tragedi sukhoi

Tantowi: Gaji Guru Honorer Jakarta Harus Setara Bankir

TB Ardi Januar - Okezone
Minggu, 27 November 2011 12:08 wib
golkar.or.id
golkar.or.id

JAKARTA – Calon Gubernur DKI Jakarta, Tantowi Yahya, terus melakukan sosialiasi kepada warga jelang Pemilukada DKI Jakarta 2012 nanti. Kemarin, politikus Partai Golkar ini menyambangi TK Paud Melati di bilangan Grogol, Jakarta Barat.
 
Dalam kesempatan tersebut, Tantowi menyempatkan untuk biersilaturahmi dengan sejumlah guru honorer sembari mendengarkan keluh kesahnya. Tantowi mengaku prihatin dengan nasib guru terutama guru honorer di Jakarta.
 
Menurut Tantowi, masih ada kesenjangan yang diterima guru tidak tetap. Ini menunjukkan pemerintah telah berlaku diskriminatif dengan cara mengelompokkan status guru. Di antaranya pemerintah, mengelompokkan guru menjadi Guru PNS, PNS Depag, PNSDPK, Guru Bantu, Guru Honor Daerah, Guru Tetap Yayasan, dan Guru Tidak Tetap.
 
“Guru PNS bisa berpenghasilan Rp6 juta per bulan, sementara guru honorer hanya mendapatkan bantuan honor dari dana BOS yang besarnya bervariasi antara 200-500 ribu," ungkap pria yang menjadi Anggota Komisi I DPR ini dalam keterangannya, Minggu (27/11/2011).
 
Menurutnya, guru adalah faktor dan figur publik dalam membentuk kepribadian dan karakter bangsa. Kedudukan peran guru dirasa sangat strategis dalam membangun pendidikan karakter bangsa yang cerdas, komprehensif, dan bermartabat. Tugas dan peran guru tidak bisa digantikan oleh internet atau jaringan komunikasi secanggih apapun juga.
 
"Jadi betapun pesatnya perkembangan teknologi canggih, sosok guru di kelas sangatlah penting. Melalui pertemuan face to face, sosok guru tetap dibutuhkan untuk menularkan nilai-nilai. Negara harus memberikan perhatian lebih kepada guru,” tandas pria yang malang melintang menjadi presenter tersebut.
 
Peringatan Hari Guru beberapa waktu lali, kata Tantowi, harus jadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Dia berharap, tidak ada lagi kisah pilu para guru yang terpaksa nyambi sebagai tukang ojek atau profesi lain. "Kalau perlu, gaji yang diberikan kepada guru setara atau lebih tinggi dari bankir," tuturnya.

(teb)

  • Sumar » 0 Tanggapan
    Jangan2cuma lipstick politik aja BUAT CARI DUKUNGAN .......dari era Rezim Suharto smpai SBY.Guru Hnorer yang ngga mampu/miskin tetep aja ngehonor.......kan duit yang bicara jadi PNS ....so ngga tau aja.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ahmad » 0 Tanggapan
    Saya dukung. Kesejahteraan guru terutama non PNS memang sangat perlu ditingkatkan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ki2s » 0 Tanggapan
    ga hanya d jakarta saja, tp d tmpt lain jg msh bnyak yg spt tu, dn gru tidk ttap at hnorer sering lebh mmpuni dr gru PNS
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ki2s » 0 Tanggapan
    ga hanya d jakarta saja, tp d tmpt lain jg msh bnyak yg spt tu, dn gru tidk ttap at hnorer sering lebh mmpuni dr gru PNS
    Beri Tanggapan Laporkan
  • pekerja bank » 1 Tanggapan
    Wahhhhhh... Klo spt itu smua milih jd guru honorer.. Enak gaji gede tnp harus Ada keahlian. So klo emang Ada keahlian lebih g mungkin jd guru honorer. g salah tuh bang tantowi... Jgn asal ucap! Di ayak dl tuh omongan. Sy kerja d bank pergi jam 6 Pagi, plg jam 8mlm nyampe rmh jm 9-10 gaji cm 5 jt. Imbang g tuh kira" smentara laba kita tuh buat negara........ Bang mending jd presenter krn abang blm pantas mewakili rakyat
    • Walet
      Eh Pekerja bank ente bisa kerja di bank ga inget dulunya siapa yang ngajar waktu sd. Guru punya keahlian ya cuma ngajar. ente kerja di bank cuma buat ente, kalo guru buat ratusan siswa termasuk ente
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.