PEKANBARU- Balita yang diduga terinfeksi HIV/AIDS, M, kini bisa bernapas lega. Setelah diusir dari kampungnya, bocah berusia dua tahun itu kini dirawat oleh Komisi Perlindungan Anak (KPA).
“KPA setempat sudah merawatnya, dan saya percaya KPA lebih paham apa yang harus diperbuat untuk anak malang itu," kata Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPTP2A) Rohil, Riau, Risdayanti kepada okezone Sabtu (3/12/2011).
Saat ini, lanjut Risdayanti, bocah asal Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, itu mengalami syok atas kenyataan pengusiran tersebut.
“Ini sudah korban menderita fisik akibat HIV/AIDS, kini dia harus menderita penolakan dari warga. Padahal salah apa dia, ini tentu membuat mentalnya jatuh,” tegasnya.
Yang dibutuhkan M, lanjutnya, adalah kasih sayang. “Kalau dibeginikan betapa menderitanya dia," keluhnya.
Sebelumnya, M diusir warga setelah ketahuan menderita HIV/AIDS yang berasal dari kedua Orangtuanya. Balita ini diketahui menderita virus berbahaya tersebut saat diperiksakan ke dokter akibat demam tinggi.
Melihat kenyataan tersebut, keluarga yang sebelumnya merawat M langsung meninggalkan begitu saja.
Akibatnya, anak ini menjadi terlunta-lunta sebatang kara. Keadaan ini semakin diperparah setelah warga kampung juga mengetahui kalau M menderita HIV dan mengusirnya dari kampung.
(kem)