GROBOGAN - Ratusan rumah di dua desa yakni Desa Ketapang dan Temon, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terendam air setinggi lebih dari satu meter.
Banjir diakibatkan meluapnya Sungai Lusi yang tidak mampu menampung air akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Grobogan dan sekitarnya selama empat jam.
Selain merendam ratusan rumah, banjir juga memakan korban jiwa. Korban, Supritanto, warga Desa Temon, tewas akibat tersengat arus listrik.
Sementara itu ratusan warga yang rumahnya terendam air, memilih mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi dengan membawa barang seadanya. “Hujan deras dari pukul 14.00 WIB (Sabtu kemarin) sampai Jam 18.00 WIB, dan tiba-tiba sekira pikul 18.30 WIB air datang,” ujar Ali, warga Ketapang, Minggu (4/12/2011).
Selain merendam ratusan rumah, banjir juga merendam jalur utama Grobogan menuju Kabupaten Pati dan Kudus, akibatnya jalur utama satu-satunya itu terputus.
Dampaknya, terjadi penumpukan kendaraan bermotor di sekitar lokas banjir, karena ketinggian air mencapai satu meter dan tidak memungkinkan dilintasi kendaraan.
Untuk mengurai penumpukan, jalur Purwodadi menuju Pati dan Kudus dialihkan melalui Demak dan Blora.
Sugeng, anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Grobogan, mengatakan banjir yang melanda dua desa tersebut disebabkan sistem drainase yang buruk.
Hingga pagi ini air masih merendam dua desa, sementara jalur utama Grobogan menuju Pati dan Kudus masih terganggu.
(Andik Sismanto/Koran SI/ton)