6 Pelajar Penjaja Cinta Diamankan di Hotel

Senin, 05 Desember 2011 22:18 wib | Gusti Yennosa - Sindo TV

ilustrasi prostitusi (Foto: Agung/okezone) ilustrasi prostitusi (Foto: Agung/okezone) BATAM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kepri berhasil mengamankan enam anak baru gede (ABG) korban trafficking yang hendak dijadikan budak pemuas napsu di Penginapan Kesuma Jaya Pelita, Senin (5/12/2012).

Keenam korban tersebut antara lain bernama  LN (16), JN (17), DL (17), QR (15), UK (18), dan TN (16). Keenam pelajar ini merupakan warga Batu Besar, Batam.

Mereka diamankan pihak KPAID setelah mendapatkan laporan dari pihak keluarga, dan ketika dilakukan penelusuran akhirnya diketahui kesemua korban menginap di penginapan Kesuma Jaya, Pelita.

"Semua korban kita amankan di penginapan Kesuma Jaya di daerah Pelita, dan ini berdasarkan laporan pihak keluarga kepada kami," ujar Komisioner KPAID Kepri, Ery Syahrial.

Ery menambahkan, kasus ini adalah lanjutan dari penelusuran kasus traficking sebelumnya yang telah ditangani oleh Satreskrim Polresta Barelang pada Sabtu lalu di mana polisi telah mengamankan empat tersangka.

Sementara itu keterangan dari korban LN, dirinya dipaksa untuk melayani tamu oleh seorang mucikari bernama TN (pelajar) yang kini masuk dalam pengejaran Satreskrim Polresta Barelang.

"Kami disuruh untuk melayani lelaki hidung belang, dan setiap malamnya biasa menikmati malam di Diskotik Planet dan Newton," ujar korban.

Usai melayani para tamu dugem, dirinya selanjutnya dibawa ke kamar hotel untuk melakukan hubungan layaknya suami istri dengan bokingan sebesar Rp1 juta.

"Tapi tidak semuanya buat saya, masih harus dipotong buat TN sebesar Rp150 ribu," lanjut korban.

Pengakuan korban bahwa mereka mengenal  TN dari temen teman sekolah juga. Namun baru satu bulan terakhir mereka bekerja pemuas nafsu dan biasa mangkal di Diskotik Planet dan Nagoya Newton.

"Kami menginap di penginapan itu dengan membayar kos Rp60 ribu per malamnya," terang LN.

Dalam penggrebekan kemarin, selain mengamankan semua korban KPAID juga mendapatkan sejumlah lelaki yang merupakan pacar dari korban.

Berdasarkan keterangan para korban mereka biasa melayani para lelaki hidung belang di Batam, sebagian mereka adalah pengusaha dan pejabat .

"Kemarin kami pernah melayani anggota DPRD dugem di Diskotik Planet dan Nagoya Newton," kata korban.

Kini kesemua korban diserahkan pihak KPAID ke Satreskrim Polresta Barelang untuk membuat laporan dan guna penyelidikan lebih lanjut. (Gusti Yennosa/Sindo TV/kem)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »