NATO: Misil Kami Tak Ditujukan ke Rusia

|

Foto : Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen (4vf)

NATO: Misil Kami Tak Ditujukan ke Rusia

BRUSSELS - Sekretaris Jendral North Atlantic Treaty Organization (Sekjen NATO) Anders Fogh Rasmussen menegaskan, sistem pertahanan misil yang mereka bangun ditujukan untuk melindungi Eropa dan tidak ditujukan ke Rusia.

Rasmussen mengatakan, sistem pertahanan NATO merupakan bentuk aksi solidaritas dan menunjukkan kekuatan dari hubungan trans-Atlantik antara Amerika Utara dan Eropa. Persepsi ancaman bagi negara anggota NATO tentunya berbeda-beda, namun Rusia bukanlah ancaman bagi NATO.

NATO dan Rusia sebelumnya juga sudah mengadakan dialog terkait masalah sistem pertahanan misil tersebut. Namun, Rusia tampaknya merasa terancam dengan misil-misil balistik milik NATO. Demikian seperti diberitakan New York Times, Selasa (6/12/2011).

Presiden Rusia Dmitry Medvedev berkomentar, misil NATO merefleksikan sebuah ketidakpahaman atas sistem pertahanan. Medvedev juga mengatakan, sistem pertahanan itu akan memicu perlombaan persenjataan, dan Rusia pun tengah mempersenjatai dirinya dengan misil jarak jauh yang sanggup menjangkau Eropa Barat.

Meski adanya ketegangan hubungan antara Rusia dan NATO serta AS, Rasmussen masih memuji Rusia karena Medvedev tidak menutup pintu dialognya dengan NATO. Rasmussen mengatakan, konfrontasi pada Abad 21 ini bukan menjadi pilihan, satu hal yang harus dikedepankan dalam kasus ini adalah kerja sama.

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Akbar Ajak Kubu Agung Laksono Hadiri Munas di Bali