PVMBG Perketat Pemantauan Gunung Sindoro

Kondisi Gunung Sindoro setelah berstatus Waspada. (Dok: Sindo TV/Didik D)

PVMBG Perketat Pemantauan Gunung Sindoro
BANDUNG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan pemantauan secara ketat aktivitas Gunung Sindoro di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah.

Kepala PVMBG Surono menyebutkan perkembangan Gunung Sindoro pada Senin 5 Desember lalu tercatat 11 kali gempa vulkanik dangkal, tiga kali gempa vulkanik dalam, dan 12 kali embusan gas atau asap.

Awalnya, Sindoro memiliki empat titik embusan, namun berkembang menjadi 35 titik. Sementara laporan pada Rabu 7 Desember kemarin, terjadi gempa vulkanik dangkal satu kali, gempa vulkanik dalam sekali, serta enam kali embusan.

“Kondisi Sindoro tidak nyaman, makanya kita sudah tutup dua kilometer,” kata Surono.

Artinya, sambung dia, siapa pun tidak boleh mendekati area dua kilometer dari Kawah Jolotundo. Selain itu, pada Selasa 6 Desember lalu dia mendapat laporan bahwa panas di puncak Sindoro mencapai 80 derajat, terdapat getaran, dan bau belerang menyengat di sekitar permukiman. Jika naik tanpa masker terasa sesak sekali.

PVMBG juga telah menurunkan tim dan menambah pengukur seismic mobile. Tim PVMBG juga bertugas memantau kembang kempis perut gunung gas belerang atau sulfur (SO2).

“Jadi kita sangat pantau Sindoro, walau statusnya masih Waspada karena risikonya cukup tinggi, permukiman relatif padat,” ujarnya.

Surono menjelaskan, karakteristik Gunung Sindoro pada dasarnya sama dengan gunung api lain di Pulau Jawa, yakni memiliki silika (kekentalan magma) yang tinggi lebih dari 56 persen.

Berbeda dengan gunung di luar Jawa seperti Gamalama di Maluku Utara yang silikanya di bawah 50 persen. Artinya, magmanya lebih cair sehingga risiko letusan tidak terlalu besar.

Semakin kental magma, jelas dia, maka gas yang dibutuhkan akan semakin besar untuk mendorong magma keluar dari kawah gunung. Dengan demikian karakter letusan gunung-gunung di Pulau Jawa relatif lebih dahsyat.

Karakter lain, sambung dia, Gunung Sindoro berada di dekat rumah permukiman penduduk. Sama halnya dengan Gunung Merapi di Yogyakarta dan Papandayan di Jawa Barat. Jika terjadi letusan vertikal akan banyak daerah yang terkena, termasuk jalan utama. Sindoro diapit dua jalan utama yakni Jalan Temanggung-Lorosobo.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Buang Anak, ABG Ini Dituntut Lima Tahun