Ibu Ani Yudhoyono Dinobatkan Jadi Bunda PAUD

|

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

Ibu Ani Yudhoyono Dinobatkan Jadi Bunda PAUD

JAKARTA - Ibu Negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono dinobatkan menjadi Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang akan mendorong angka partisipasi menjadi 75 persen pada 2015.

 

Ibu Negara mengatakan, permintaan menjadi Bunda PAUD diterima dengan senang hati dan hal ini merupakan bentuk tanggung jawab yang tidak dapat ditawar kembali. Ibu Negara menyatakan, tugas ini akan diemban sehingga jabatannya tidak menjadi simbol belaka agar PAUD dapat dibangun lebih banyak lagi di seluruh tanah air.

 

Ibu Negara menyatakan, peningkatan angka partisipasi PAUD harus dikejar dari saat ini 56 persen menjadi 75 persen pada 2015 yang segaris dengan kebijakan UNESCO. Peningkatan ini dapat dikejar dengan tiga hal yakni pertama menjadikan PAUD sebagai proses Pra Pendidikan agar dapat diikuti oleh seluruh anak usia dini agar dapat naik partisipasinya dalam empat tahun ke depan.

 

Dirinya juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar terus mendorong penambahan dan perbaikan sarana serta fasilitas yang sudah ada. “Masih banyak media belajar dan sumber belajar dalam bentuk mainan edukatif yang belum sesuai. Metode belajar juga harus diciptakan agar dapat kembangkan potensi alam disekitar PAUD itu sendiri,” ujarnya dalam Gebyar PAUD di TMII, Senin (12/12/2011).

 

Ibu Ani menyebut, pendekatan ketiga ialah peran serta masyarakat dan swasta juga harus dibina agar makin banyak PAUD dalam bentuk tempat penitipan anak, Bina Balita ataupun kelmpok bermain makin banyak sehingga minat masyarakat akan PAUD pun makin tinggi. Semua pihak terkait juga harus melakukan kontak dan komunikasi untuk berdiskusi dalam pengembangan PAUD kedepannya.

 

Ibu Ani pun menyadari bahwa pembangunan PAUD belum optimal karena faktor populasi dan penyebaran penduduk yang belum merata. Selain itu masih banyak PAUD yang berbiaya mahal yang hanya dapat dijangkau oleh kalangan tertentu. Namun hal tersebut dapat dimaklumi karena para orangtua hanya ingin anaknya mendapatkan pendidikan terbaik.

 

Karena itu Bunda PAUD ini mengharapkan agar pemerintah pusat dan daerah  memperbaiki sarana dan prasana PAUD sehingga memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). “Anggaran pendidikan di APBN pun naik bahkan melebihi anggaran pertahanan. Ini dapat digunakan untuk membangun PAUD yang murah namun berkualitas,” imbuhnya.

 

Sementara Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, jumlah peserta PAUD saat ini 29 juta anak. Sehingga pemerintah masih mempunyai kesempatan luas untuk meningkatkan angka partisipasi menjadi 43 persen dengan memanfaatkan balai desa, kantor RT RW, pusat belanja ataupun rumah ibadah yang dapat dikonversi menjadi tempat PAUD. Mendikbud menyatakan, para guru pun akan diberikan insentif dan kesempatan menjadi tenaga profesi yang tersertifikasi. “Tidak cukup hanya dengan S1 atau D4 namun akan ada pelatihan kompetensi untuk menjadi tutor di PAUD,” jelasnya.

 

Honor atau bantuan bagi guru PAUD, terangnya, juga akan dinaikkan dari Rp200.000 menjadi Rp250.000 pada 2012 nanti. Kemendikbud juga akan memperbaiki kurikulum yang isinya tidak sama dengan kurikulum di jenjang pendidikan SD hingga perguruan tinggi. Pasalnya, kurikulum di PAUD esensinya harus menyambungkan neuron di sel otak dengan pengajaran yang merangsang gerakan fisik hingga rasa kepenasaranan akan lingkungan.

 

Mantan Menkominfo ini menjelaskan, seiring dengan kurikulum yang merangsang kemampuan otak kurikulum yang baru harus mengenalkan anak lebih dalam dengan ilmu agama dan proses interaksi social.  “Itu harus ditempatkan pada proporsi yang tepat. Karena kalau melebihi akan menimbulkan stress toksik pada anak,” ungkap M Nuh.

 

Mantan Rektor ITS ini menyebut, wacana menjadikan PAUD menjadi wajib belajar memang tidak dapat dipungkiri karena usia anak 0-6 tahun menjadi fase penting perkembangan otak. Akan tetapi, saat ini pemerintah masih menjadikan PAUD sebagai program utama dimana pemerintah akan memberikan perhatian khusus karena jenjang Pra Pendidikan ini menjadi patokan untuk meningkatka kualitas untuk jenjang SD, SMP dan SMA.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Korban Ledakan PT Krakatau Posco Meninggal Dunia