Jadi Whistle Blower, Wa Ode Bisa "Bersihkan" DPR

Senin, 12 Desember 2011 10:44 wib | Ferdinan - Okezone

Jadi Whistle Blower, Wa Ode Bisa Wa Ode Nurhayati JAKARTA - Ketua Komisi Hukum DPR Benny K Harman berharap Wa Ode Nurhayati mau membongkar kasus dugaan praktik mafia anggaran di Senayan. Wa Ode merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (PPID).

"Penuntasan perkara itu sangat penting dan itu tantangan berat KPK untuk mengungkap dan Wa Ode harus mengungkap secara terbuka kepada publik," kata Benny saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (12/12/2011).

Menurut Benny, KPK harus mengembangkan kasus calo anggaran ini tidak hanya berhenti kepada satu tersangka. "Wa Ode juga harus jadi whistle blower. KPK jangan hanya berhenti di Wa Ode," pungkasnya.

Politikus Partai Demokrat ini berharap perkara ini dapat membersihkan DPR dari praktik kotor. "Kalau banyak yang terseret ya DPR siap saja. DPR siap diperiksa KPK berkaitan dengan Wa Ode dan dewan," tandasnya.

Wa Ode sendiri membantah telah menerima uang terkait pembahasan PPID tahun 2011. Namun dirinya mengakui pernah dicoba disuap oleh Haris Surahman. Haris yang juga dicegah imigrasi ke luar negeri, kata Wa Ode memiliki kepentingan terkait anggaran PPID.

"Dia (Haris) terindikasi calo karena pernah mencoba menghubungi saya. Mengajak main anggaran, tapi saya sampaikan kalau mau silahkan prosedural, karena saya tidak mau main seperti itu," lanjutnya.

Haris juga pernah menelpon staf Wa Ode, Sefa Yulanda pada pertengahan November 2010. Dalam percakapan telepon, Haris mengatakan akan menitipkan uang untuk Wa Ode. "Saya bilang jangan, karena niatnya saya tahu. Saya tidak tahu nominal uang yang akan diberikan Haris. Setelah peristiwa itu, tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Haris," ujar Wa Ode. (nto)

(ahm)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »