JAKARTA- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Djoko Suyanto mengingatkan agar kebebasan dalam kehidupan berpolitik di masa reformasi sekarang tidak seperti permen nano-nano.
"Moga-moga kebebasan kita tidak kayak permen nano-nano yang rame rasanya, ada manis, asem, asin, tetapi tidak bervitamin," ujar Djoko kala membuka Seminar Nasional Stabilisasi di Era Demokrasi, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/12/2011).
Menurut Djoko, di masa reformasi ini, Indonesia sedang menyusun puzzle yang sangat banyak berupa serpihan-serpihan unsur keamanan, ekonomi, politik, budaya dan lainnya. Karenanya, sangat penting bagi masyarakat Indonesia untuk memastikan bahwa dalam penyusunan puzzle ini tidak ada yang hilang.
"Di masa ini, orang suka lupa tentang kebebasan individu untuk berpendapat dan berserikat. Bayangkan dulu bagaimana susahnya kita berpendapat, akan dicari-cari. Sekarang rakyat sudah bebas menentukan pilihan. Kita juga lupa enaknya desentralisasi kekuasaan, di mana sekarang empat kekuasaan sudah menjalankan perannya masing-masing, eksekutif, yudikatif, legislatif dan pers," lanjut dia.
Meskipun begitu, Djoko melanjutkan bahwa kebebasan dan kenikmatan yang selama ini dinikmatipun masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. "Seperti pemberian sanksi yang pas untuk money politics, kaderisasi pimpinan daerah yang pas serta kepatuhan hukum," tandasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.