PONTIANAK - Ketua Badan Kehormatan KPU Pusat Jimly Asshiddiqie mengatakan ada sembilan orang yang memimpin sekaligus menentukan kebijakan di Indonesia.
Dengan nada menyindir, Jimly menegaskan hal ini yang menjadi kelemahan dari sistem Demokrasi Indonesia. Dia menilai, saat ini peran partai politik sangat dominan dalam berbangsa dan bernegara, tetapi iklim demokrasi di internal partai belum berkembang.
Sehingga, sebuah keputusan politik masih tergantung dari sebuah patron politik masing-masing. Sembilan orang yang dimaksud Jimly ada yang berperan sebagai Ketua Umum, Dewan pembina, dan Ketua Dewan Syuro di partai politik.
"Jadi sebenarnya iklim politik internal partai di Indonesia itu belum sehat, hanya mengandalkan satu orang saja. Kalau keputusan di Indonesia ini hanya ditentukan dari partai politik yang lain-lain akan diabaikan. Makanya di negara kita ini memang hanya sembilan orang yang menentukan sebuah keputusan termasuk memimpin negeri,” kata dia kepada Okezone, Jumat (16/12/2011).
Belum sehatnya iklim politik Indonesia, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi berharap Indonesia dapat memperbaharui demokrasi terutama di internal partai. “Sistem demokrasi harus keluar dari asumsi yang salah,” tegasnya lagi.
Jimly juga berharap kepada seluruh anggota partai politik untuk tidak takut dalam berbeda pendapat, terutama dalam berdemokrasi. “Kepentingan masyarakat harus diutamakan ketimbang kepentingan partai. Hal ini terkait dengan demokrasi yang sedang berkembang di Indonesia,” kata Jimly. (tri)
(Amril Amarullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.