Tagana Ancam Hentikan Layani Pengungsi Erupsi Gamalama

|

Pengungsi erupsi Gunung Gamalama (Foto: okezone/Rival Fahmi)

Tagana Ancam Hentikan Layani Pengungsi Erupsi Gamalama

TERNATE - Puluhan relawan yang menangani pengungsi korban letusan Gunung Gamalama yang tergabung dalam Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Jumat (16/12/2011) siang, menggelar unjuk rasa.

Para relawan mengancam tidak akan melayani pengungsi lagi. Pasalnya pemimpin mereka, Kepala Bidang Banjamsos Dinas Sosial Provinsi Malut Rustam Kausaha, tidak pernah berada di tengah-tengah pengungsi sejak dua pekan lalu atau sejak Gunung Gamalama meletus.

Mereka bahkan menuding Rustam tidak peduli dengan nasib pengungsi dan menggelapkan dana bantuan.

Sementara itu para pengungsi erupsi Gunung Gamalama mengaku trauma kembali ke rumah pascabanjir lahar dingin pada Kamis dini hari kemarin. Mereka takut banjir lahar dingin susulan kembali menerjang permukiman warga. Banjir lahar dingin merusak 27 rumah dan merendam ratusan rumah warga.

Amina, salah seorang korban banjir lahar dingin, mengatakan para pengungsi yang rumahnya rusak parah meminta segera direlokasi ke daerah aman oleh pemerintah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan potensi banjir lahar dingin semakin meningkat seiring tingginya curah hujan. Warga diimbau untuk menjauhi radius 2 kilometer hingga 3 kilometer dari kawah Gamalama. Hal itu dilakukan agar warga terhindar dari ancaman guguran lava dan awan panas.

Menurut data BNPB jumlah pengungsi erupsi Gamalama hingga hari ini mencapai 2.731 jiwa atau 646 kepala keluarga.

Para pengungsi tersebar di sembilan pos pengungsian antara lain di bekas kantor gubernur, Masjid Dufa, Pos Togafo, dan Kadaton. Sejak erupsi Gamalama belum ada warga yang tewas.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mahasiswa AS Bisa Buat Agama Sendiri