tragedi sukhoi

Oknum PNS Pengedar Uang Palsu Ditangkap

Risna Nur Rahayu - Okezone
Minggu, 18 Desember 2011 02:01 wib
ilustrasi
ilustrasi

MEDAN - Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Kota Binjai, PS (54), warga Jalan Jamin Ginting Binjai, diamankan petugas Polsek Pancur Batu, Kota Binjai.

PS bersama rekannya GM yang merupakan warga Desa Paya Geli, Kecamatan Deli Serdang, ditangkap lantaran diduga mengedarkan uang palsu.

Modusnya, dua tersangka membelanjakan uang palsu pecahan Rp100 dan Rp50 ribu itu ke toko kelontong di pinggir jalan di Sei Gelugur, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang.

Aksi kedua pelaku pertama kali diketahui oleh pemilik toko kelontong, Diana (28), saat pelaku hendak membayar belanjaannya sebesar Rp26 ribu dengan uang pecah Rp100 ribu. Merasa curiga, Diana menolak uang tersebut dan meminta wanita berusia lanjut itu untuk mengembalikan rokok dan gula pasir yang dibelinya.

Ironisnya, dua pelaku pengendara mobil Honda Accord bernomor polisi BK 1698 WK itu sebelumnya juga membelanjakan uang palsu miliknya ke toko lain saat menuju lokasi.

Aksi keduanya terkuak setelah Senjata Tarigan (44) pemilik toko klontong di Desa Telaga Sari, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, mengejar dua pelaku lantaran saat berbelanja di toko miliknya, pelaku juga membayar dengan uang palsu pecahan Rp100 ribu.

PS dan GM yang tak lain adalah oknum PNS tersebut bersama barang bukti enam lembar uang kertas paslu pecahan Rp100 ribu, diamankan ke Polsek Pancur Batu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

PS mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari sebuah toko emas di pinggiran jalan saat dirinya menjual perhiasan. Karena takut uangnya tidak dapat digunakan, dia lantas membelanjakan uang tersebut ke toko pinggiran jalan. "Saya jual kalung emas senilai Rp3 juta. Tapi begitu sampai rumah, ternyata separoh uangnya palsu," ujar pelaku di Mapolsek Pancur Batu, Sabtu (17/12/2011).

Dia berdalih tidak melaporkan toko emas tersebut ke pihak Kepolisian karena takut pihak toko tidak mengakui uang tersebut. "Saya takut pihak toko membantah itu uang dari mereka, maka saya belanjakan saja," tandasnya.

(amr)