tragedi sukhoi

Rieke Diah Pitaloka: 22 Desember Bukan Hari Ibu

Kamis, 22 Desember 2011 13:32 wib
(Foto: Runi/Okezone)
(Foto: Runi/Okezone)

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan 22 Desember bukan Hari Ibu melainkan Hari Kebangkitan Politik Perempuan Indonesia. Ditilik dari sejarah, Kongres Perempuan Indonesia menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Kebangkitan Perempuan Indonesia dalam Politik.
 
"Bukan Hari Ibu, tapi Hari Kebangkitan Politik Perempuan Indonesia," kata Rieke melalui keterangannya, Kamis (22/12/2011). Dia menjelaskan, dua bulan setelah Sumpah Pemuda 1928, digelar perhelatan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928.
 
Kongres menghasilkan keputusan-keputusan yang dianggap sebagai tonggak terlibatnya perempuan dalam kancah politik Indonesia. BK menetapkan 22 Desember sebagai hari Kebangkitan Perempuan Indonesia dalam Politik.
 
Politikus PDIP itu berterus terang tidak bermaksud mengecilkan arti peran seorang ibu dalam wilayah domestik. Namun, keterlibatan perempuan dalam politik, menurutnya, dapat menentukan naiknya derajat kehidupan perempuan dalam ruang domestik. Lagi pula, tak elok rasanya kalau penetapan peringatan sebuah tanggal dilepaskan dari peristiwa sejarah yang melatarbelakanginya.
 
Sebab, di dalamnya ada sebuah gerakan bersama, kolektivitas untuk kepentingan bersama. "Itulah esensi politik yang sesungguhnya, termasuk memberi ruang bagi mereka yang termarginalkan untuk tak sekedar jadi obyek, namun justru sebagai subyek dalam putusan-putusan politis," ujar Rieke.
 
Kendati demikian, dia mengaku selalu mengenang almarhum ibunya setiap tanggal 22 Desember. Penulis novel dan puisi itu mengajak masyarakat untuk mengenang ibu pada 22 Desember sebagai manusia yang punya kedudukan yang sama di hadapan hukum, yang punya hak dan kewajiban yang sama dalam bela negara.
 
"Apa yang dilakukan ibu juga akan saya lakukan pada anak-anak saya kelak untuk tahu bahwa dirinya adalah zoon politicon, mahluk politis yang tak mungkin memisahkan diri dari sebuah struktur politik. Wherever you go you will be a polis," tandas wanita yang menyukai sastra itu.

(Hendry Sihalogo/Koran SI/ful)

  • wawan » 0 Tanggapan
    Alamak..gitu aja koq repot.. Jadi pd ngeributin tanggalan.. Emang ada yg tau kapan itu dimulainya tgl. 1 januari ? Klo ada yg tau berarti hebat dia tau kpn bumi ini terbentuk. Wong sebenarnya tahun baru setiap negara berbeda. Tgl.1 januari 2012 besok khan cuma konsensus internasional. Tanggalan itu gunanya untuk evaluasi kemajuan yg dicapai seseorang/institusi dlm aktivitasnya. Jd mau tgl brp kek hari ibu / politik perempuan ya ga masalah. Sebab tanpa ada hari ibu pun kita semua tentu harus menyayangi, menghormati, mengasihi ibu kita yg telah merawat, membesarkan, mendidik kita dgn penuh kasih sayang. Setuju ?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • redo » 0 Tanggapan
    @serasafira: dasar goblokkk, agama jgn dibawa-bawa, ini bukan tempatnya.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • redo » 0 Tanggapan
    @serasafira: dasar goblokkk, agama jgn dibawa-bawa, ini bukan tempatnya.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • idaharyani » 0 Tanggapan
    Begitu ya?sayabaru tau
    Beri Tanggapan Laporkan
  • SIGIT DJOKO SUTOMO » 0 Tanggapan
    Bagi saya Rieke adalah Rieke yahg di Sinetrom Bajay Bajuri. Bukan yang S2, Bukan Anggota DPR dan Bukan yang Nyalon Wagub. Tetep... Oon ? Persis. Bagi saya Hari Ibu yaa Hari Ibu. Hari yang saya banggakan ... untuk menghormati Ibu-Ibu yang telah mengandung, melahirkan, mengasuh, membesarkan dan mendidik anak -2 bangsa ini sehingga seperti sekarang ini dengan beragam profesi. Bukan hanya di bidang politik saja namun di semua sektor profesi. 22 Desember mau dibilang hari Kebangkitan Perempuan dibidang Politik Politik ?! terserah aja dan bagi saya apa sich yang dpt dibanggakan dari politik dan Politikus klita sekarang ini ? Jadi Mau Hari Kebangkitan Perempuan dalam Bidang Politik atau Hari Tidurnya Para Ibu sekalipun , bagi saya 22 Desember adalah HARI IBU
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.