JAKARTA - Aksi damai digelar oleh sekelompok massa dari Perempuan Mahardika, LBH Apik Indonesia, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Kamis (22/12/2011) siang pukul 12.30 WIB.
Kelompok yang sebagian besar perempuan ini menuntut amandemen Undang-Undang (UU) Perkawinan yang saat ini memperbolehkan poligami, UU pornografi yang memuat pasal yang mengkriminalkan perempuan serta kebijakan yang mendiskriminasikan perempuan.
Komisi Nasipnal (Komnas) Perempuan mencatat hingga November 2011 terdapat 207 kebijakan yang mendiskrimansikan perempuan.
Selain menuntut amandemen, para demonstran juga menuntut jaminan sosial bagi kaum wanita, mereka pun membawa poster yang menentang kekerasan dan pelecehan seksual.
Selain itu, aksi diwarnai dengan membawa simbol jenasah seorang ibu yang merepresentasikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia.
"Kita membawa jenasah ini untuk menunjukkan bahwa kaum ibu banyak yang menderita dan masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia dan sampai detik ini Indonesia masih menjadi negara tertinggi dengan jumlah kematian ibu sebesar 307 ribu per 100 kelahiran," ujar humas aksi Dian, dari Perempuan Mahardika.
"Pemerintah sebaiknya melihat UU kesehatan yang hanya 5 persen, tapi sekarang hanya 1,8 persen dari total APBN," pungkasnya.
Aksi ini sendiri masih berjalan lancar, pantauan Okezone di lokasi, tampak aparat tengah menjaga aksi damai para wanita ini. (nto)
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.