GP Ansor Akan Amankan GKI Yasmin Saat Perayaan Natal

|

Ilustrasi

GP Ansor Akan Amankan GKI Yasmin Saat Perayaan Natal

JAKARTA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan menerjunkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam rangka mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2012.

Tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor di bawah naungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) ini juga akan membuka posko kemanan untuk menjaga Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor, Jawa Barat.

"Khusus GKI Yasmin, kita akan buka posko Banser di depan GKI Yasmin dan kita tetap mengawal agar jemaat GKI Yasmin tetap beribadat disana," ujar Ketua GP Ansor, Nusron Wahid di Gedung Pimpinan Pusat GP Ansor, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2012) malam.

Menurutnya, GKI Yasmin memiliki ancaman nyata dikarenakan sudah beberapa kali mendapat ancaman pengusiran dari pihak yang mengatasnamakan warga setempat. "Di daerah Bogor, yaitu GKI Yasmin, kita minta teman-teman Ansor untuk fokus karena ancamannya nyata," tegasnya.

Nusron menambahkan, jika pembangunan posko tersebut akan dilakukan Jumat 23 Desember besok.

Selain GKI Yasmin, Nusron juga akan fokuskan pengamanan di seluruh gereja di Indonesia. Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan kewaspadaan jika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

"Soal penempatan kita akan tempatkan di daerah yang srategis. Sampai hari ini, kita belum ada sinyal adanya ancaman, tapi kita belum bisa pastikan aman 100 persen. Kita ini prinsipnya early warning, kita tetap waspada, kita akan tempatkan semua jajaran GP Ansor di lokasi gereja-gereja di Indoensia," jelasnya.

Nusron mengaku, pihaknya sudah mendapat permintaan untuk pengamanan di gereja-gereja yang berada di pinggiran kota besar. Namun, meski tidak diminta, pihaknya akan tetap menempatkan Banser (pasukan keamanan) GP Ansor di gereja-gereja besar seperti Gereja Katedral dan Imanuel yang ada di Jakarta.

"Justru yang meminta kita gereja-gereja yang ada dipinggir-punggir kota, dan kita akan layani dengan baik. Walaupun gereja Katedral dan Imanuel tidak meminta kita, tapi kita tetap akan menempatkan pasukan disana untuk melakukan pemngamanan," jelasnya.

"Rata-rata di kota besar, minimal yang turun 500 orang. Kalau kota kecil paling 100 atau 50 orang. Jadi tergantung situasinya," katanya lagi.

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kawanan Pencuri Bawa Pikap, Dua Motor Raib