Puluhan kilo koin kuno ditemukan

Puluhan kilo koin kuno ditemukan

ilustrasi-Ist

Sindonews.com - Warga Dusun Medang, Desa Banjarejo, Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah digegerkan dengan penemuan ratusan keping uang logam kuno, hari ini.

Koin-koin uang logam tersebut dipercaya warga setempat sebagai peninggalan dari Kerajaan Medang Kamolan, yang pernah dipimpin oleh seorang raja dan suka memakan daging manusia, yakni Prabu Dewoto Cengkar, pada ratusan tahun lampau.

Benda bersejarah ini ditemukan di areal persawahan yang tidak jauh dari perkampungan warga oleh Sutrisno, warga setempat.  Sutrisno mengaku, menemukan ratusan keping koin mata uang kuno tersebut berawal dari ketidaksengajaan. Pada saat itu dia bermaksud untuk membuat tanggul untuk sawahnya yang baru ditanami padi.

Pada saat mencangkul sedalam kurang lebih sepuluh centimeter, di tanah yang dicangkulnya ternyata ada koin yang berbentuk bulat berlubang di tengahnya, dan kedua sisinya terdapat huruf kanji China. "Saya ambil dan saya cuci ternyata uang logam kuno," katanya, Kamis (22/12/2011).

Mengetahui mendapatkan uang kuno, Sutrisno kemudian melanjutkan untuk mencari lagi. Alangkah terkejutnya ternyata uang logam tersebut tidak hanya satu melainkan ratusan dan tertimbun tanah.

Saat ditemukan, uang logam kuno tersebut dalam keadaan tercecer dan tanpa terbungkus. Setelah dikumpulkan seluruh koin tersebut kemudian dibawa pulang dan dicuci. "Setelah dikumpulkan semua, berat total sekira 40 kg," ujarnya.

Namun, sayang karena tidak ada perhatian dari pemerintah, koin uang logam yang diperkirakan berasal dari peninggalan Kerajaan Medang Kamolan itu justru dijual kepada seorang kolektor dengan harga Rp100 per kilogramnya. "Lha kalau tidak dijual mau buat apa, pemerintah juga tidak ada perhatian," ujarnya.

Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufiq mengatakan, penemuan uang logam di Dusun Medang tidak hanya sekali ini, namun sudah yang kedua kali. Menurutnya, beberapa tahun lalu juga pernah ditemukan koin kuno dan barang-barang peninggalan zaman dahulu, seperti, topeng yang terbuat dari emas, pernak-pernik yang dipakai bagsawan

Seluruh temuan itu juga dijual kepada kolektor. "Di Kawasan ini memang dipercaya adalah petilasan dari Kerajaan Medang Kamolan. Jadi tidak heran jika ditemukan barang-barang peninggalan zaman dahulu," ujarnya.

Dia mengaku menyayangkan dijualnya penemuan barang-barang bernilai sejarah itu. Namun Ahmad tidak bisa berbuat banyak karena memang tidak ada perhatian dari pemerintah. "Kami harapkan pemerintah memberikan perhatian pada penemuan-penemuan barang peninggalan yang memiliki nilai sejah bagi kabupaten Grobogan," ujarnya.

(ram)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ahok Akan Gaji Lurah Rp25 Juta/Bulan, Asal...