Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Jenazah Imigran Gelap

Polisi: Lebih Sulit dari Identifikasi Korban Bom Bali

Amir Tejo , Jurnalis-Jum'at, 23 Desember 2011 |20:15 WIB
Polisi: Lebih Sulit dari Identifikasi Korban Bom Bali
Jenazah imigran gelap (Foto: Amir Tejo/Okezone)
A
A
A

SURABAYA - Proses identifikasi puluhan jenazah imigran gelap yang menjadi korban kapal tenggelam, diyakini lebih sulit dibanding mengidentifikasi korban bom Bali I pada 2002 silam.

Pasalnya, data pembanding untuk proses identifikasi mayat imigran sangat minim. "Hampir sama dengan korban bom Bali," ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur Kombes Pol Didi Agus Mintadi, Jumat (23/12/2011).

Menurut Didi, jika dilihat dari jumlah, lebih banyak korban bom Bali. Namun dari tingkat kesulitan, proses identifikasi puluhan jenazah imigran gelap ini lebih sulit.

"Dalam korban bom Bali, data post mortem banyak di-support, sehingga memudahkan tim identifikasi. Namun dalam kasus ini, data post mortem sangat minim. Ini yang menyulitkan tim identifikasi," ujar Didi.

Untuk menyelesaikan kasus ini, pihak Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur sudah mengirimkan permintaan kepada universitas-universitas di Indonesia seperti Universitas Airlanga, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Diponegoro untuk mengirimkan tim ahli mereka.

"Kita sudah mengirimkan permintaan bantuan ahli antropologi forensik dan ahli ortodonlogi untuk membantu proses identifikasi. Karena tenaga kami terbatas," ujar Didi.

Dia memperkirakan jika semua data post mortem bisa disupport, maka proses identifikasi akan selesai dalam sepekan.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement