tragedi sukhoi

Tiga Oknum TNI "Dilayar" ke Makodam V/Brawijaya

Nurul Arifin - Okezone
Jum'at, 23 Desember 2011 18:07 wib
Jenazah imigran berhasil dievakuasi TNI AL (Dok: RCTI)
Jenazah imigran berhasil dievakuasi TNI AL (Dok: RCTI)

SURABAYA - Tiga oknum TNI yang diduga terlibat penyelundupan imigran gelap dipindah ke Markas Kodam V/Brawijaya, Jalan Hayam Wuruk, Surabaya. Sebelumnya mereka sempat diperiksa di Denpom Madiun.
 
“Mereka diperiksa di Pomdam V/Brawijaya,” kata Kepala Penerangan Kodam V Brawijaya Kolonel (Inf) Sugiyono saat dikonfirmasi okezone, Jumat (23/12/2011).

Menurut Sugiyono, ketiga oknum TNI tersebut dibawa ke Denpom karena ada beberapa pemeriksaan yang di luar wilayah hukum Denpom Madiun. Pemeriksaan di Makodam untuk mempermudah. Sebab, ada indikasi keterlibatan anggota TNI di luar wilayah hukum Detasemen Polisi Militer V/I Madiun.

”Fakta tersebut terkuak dari pemeriksaan. Ketiganya mengaku ada oknum anggota di wilayah lain yang terlibat,” sambung Sugiyono.

Meski demikian dia menegaskan ketiga oknum tersebut saat ini masih berstatus terperiksa sebagai saksi belum ada peningkatan menjadi tersangka. Saat ini jajaran Polres Tulungagung masih memeriksa saksi.

”Kami masih menunggu. Untuk teknis pemeriksaan di Kodam ini apakah menggunakan hasil pemeriksaan dari Polres Tulungagung atau melakukan periksaan sendiri itu wilayah penyidik,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga oknum TNI berinisial Peltu S, Praka K, dan Praka KA diduga terlibat dalam penyelundupan imigran gelap yang kapalnya tenggelam di perairan Watu Limo, Trenggalek, Jatim, pada Sabtu 17 Desember lalu. Hingga hari ini sudah 90 lebih korban yang ditemukan tewas. Jenazah diindentifikasi di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Selain tiga oknum tersebut, penyelundupan imigran asal Timur Tengah itu diduga melibatkan pegawai seorang negeri sipil berinisial BS yang bekerja di Koramil Besuki, tempat ketiga oknum bekerja.

(ton)