tragedi sukhoi

Bambang Soesatyo: Audit Century, Pimpinan BPK Berada dalam Tekanan

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Sabtu, 24 Desember 2011 08:18 wib

JAKARTA- Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang audit lanjutan kasus Century menuai kritik. BPK seolah tak percaya diri dalam melakukan audit.  
“Seperti yang diduga, laporan BPK tentang audit forensik jauh api daripada panggang. Dari judul laporan, sudah tampak BPK kurang percaya diri. BPK menulis Laporan Audit Investigasi Lanjutan dan bukan Laporan Audit Forensik. Investigasi dan forensik saja sudah sesuatu yang berbeda,” kata anggota Tim Pengawas Century, Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/12/2011).
 
Bambang menduga, ketidakpercayaan diri BPK itu disebabkan karena tiga orang penanggung jawab tim audit, yakni Nyoman Wara, Novy Gregory Antonius dan Harry Purwaka tidak mempunyai kualifikasi sebagai auditor forensic, karena mereka tidak mempunyai sertifikat Certified Fraud Examiner (CFE).
 
Menurut Anggota komisi III DPR itu, audit investigasi Century pertama yang dilakukan BPK dinilai lebih dahsyat ketimbang audit lanjutan yang diserahkan ke DPR kemarin.
 
“Informasi yang kami terima dari internal BPK, terlihat Mengapa audit investigasi Century pertama lebih dahsyat?, karena saat itu BPK dipimpin Anwar Nasution,” katanya.
 
Ditambahkan Bambang, sejak lengsernya Anwar Nasution, BPK mulai menunjukan gelagat perubahan sikap. “Ada indikasi bahwa pimpinan BPK yang sekarang berada dalam tekanan. Faktor inilah yang diduga kuat mereduksi hasil audit forensik,” katanya.
 
Terkait hal itu, Bambang mengatakan DPR tentunya tidak akan tinggal diam, kendati ada juga politisi di DPR yang tanpa malu-malu menggalang 'pengaburan' atas tindak kejahatan dalam proses bailout Bank Century yang diduga merugikan keuangan negara Rp6,7 Triliun.
 
“Tidak tertutup kemungkinan DPR akan mendorong penggunaan Kantor Akuntan Publik Internasional seperti kasus Bank Bali. Hal ini penting, untuk menghindari benturan kepentingan para pemangku jabatan baik di pemerintahan, DPR maupun di BPK sendiri,” pungkasnya.
 
Lebih dari itu, Timwas DPR juga berjanji akan terus berkoordinasi dengan KPK agar ada jaminan bahwa proses hukum skandal ini tidak menemui jalan buntu. “Apalagi, KPK sendiri diketahui sudah menggenggam bukti tentang aliran dana talangan itu. Pimpinan KPK yang baru bisa memeriksa ulang seorang pejabat BI yang diduga cukup mengetahui aliran dana talangan Bank Century,” katanya.

(ugo)

  • okta » 0 Tanggapan
    dgan kpk,kjaksaan,kpolisia bhkaan BPK tidk percya lalu siapa yg d percyainy??? seolah2 bcara ats nama rkyat,,brhnti memftnah orng pk bmbang dn brhntilah membdhi rkyat krna rkyat tdk bdoh..krna skrg bkanny zman orde bru dman partai anta terlalu otoriter
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ayang » 0 Tanggapan
    Ini orang maksa banget, semua disalahkan. Jangan memaksakan dan membuat skenario agar orang yang tak salah jadi bersalah. Masyarakat makin pinter boss, jangan sampai apa yang anda ucapkan menjadi senjata makan tuan seperti politikus yang lain macam misbakhum yang maling teriak maling.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wiyono » 0 Tanggapan
    untuk kasus ini bambang soesetyo,sangt berambisi supaya rakyat menyalahkan pemerintah/mantan menkeu. padahal kebijakan ini sangat tepat untuk menghindar dari krisis. dan buktinya berhasilllll....... seharusnya lakukan saja yg ada manfaat nya buat rakyat, misalny membela rakyat yg tertindas di mesuji,riau, sumsel dll. seperti waktu anda membela KORUPTOR saat remisi mau diketatkan. berbuatlah untuk rakyat yg telah memilih anda jadi DPR, jangan sakiti rakyat dengan arogansi dan pamer harta
    Beri Tanggapan Laporkan
  • soem » 0 Tanggapan
    mbang jangan terus-terusan suudhon dosa itu......
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.