SURABAYA - Polda Jawa Timur sedikit demi sedikit mulai terbantu dalam proses identifikasi jenazah para imigran yang tenggelam di perairan Trenggalek, Jawa Timur. Pasalnya data pembanding untuk proses identifikasi sangat minim.
Namun sejak Minggu kemarin Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur sedikit terbantu dengan banyaknya bantuan para tenaga medis dan semakin banyak data pembanding yang masuk.
Jika awalnya tim hanya menerima 17 data pembanding untuk sekira 80 jenazah, namun sejak Minggu kemarin tim identifikasi menerima 72 laporan orang hilang dari keluarga korban. Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 di antaranya adalah perempuan dan 18 laki-laki. Sebanyak 13 dari 72 korban hilang masih berusia di bawah 10 tahun.
Rumah Sakit Bhayangkata Polda Jatim sendiri hingga saat ini sudah menerima 85 jenazah.
“Syukurlah, dengan banyaknya bantuan yang kami terima prose identifikasi ini menjadi mudah,” kata Kombes Polisi Didi Agus Mintadi Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur, Senin (26/12/2011).
Selain dipermudah dengan bertambahnya data pembanding, kerja DVI juga terbantu dengan datangnya tenaga bantuan dokter dari beberapa universitas seperti Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan Universitas Brawijaya Malang.
Selain itu, DVI juga mendapat bantuan satu unit kontainer pendingin untuk menyimpan jenazah dari Australian Federal Police (AFP).
Sedangkan hasil kerja proses identifikasi yang sudah dilakukan selama empat hari, Tim DVI Regional Tengah berhasil mengidentifikasi kelamin 36 jenazah, terdiri dari 26 jenazah laki-laki dan 13 perempuan.
Sedangkan untuk identifikasi identitas, tim baru berhasil mengidentifikasi seorang jenasah atas nama Khulsum Purbani, perempuan warga negara Iran.
“Dia bisa teridentifikasi karena saat tenggelam dia mengantongi paspor. Informasi yang ada di paspor meliputi umur, tinggi badan, rambut, bentuk badan, sangat siginifikan. Selain itu juga data yang diberikan pihak keluarga cocok dengan yang dipakai oleh korban,” jelas Didi.
Sementara itu, setelah sepekan melakukan pencarian, Badan SAR Nasional (Basarnas) memutuskan memperpanjang proses pencarian hingga tiga hari mendatang.
Daerah pencarian pun diperluas lagi hingga ke perairan Bali dan perairan di sekitar Pulau Lombok.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.