tragedi sukhoi

PKS Bantah Alami Krisis Kader untuk Capres 2014

Susi Fatimah - Okezone
Kamis, 29 Desember 2011 08:02 wib
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah dikatakan mengalami krisis kader dengan adanya upaya mengusung calon presiden (capres) dari eksternal partai pada pemilu 2014 mendatang.

"Sebagai partai berbasis kader kami tidak kurang kader, setiap musyawarah nasional kepemimpinan baru selalu muncul betapa produktifnya partai kami," ujar Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Abdul Hakim kepada okezone, Kamis (29/12/2011).

Abdul menjelaskan Majelis Syuro dipartainya memang tengah membuat kajian untuk memilih capres dari kalangan eksternal partai. Hal itu dilakukan dengan penuh pertimbangan yang matang salah satunya adalah untuk mecapai target PKS menjadi partai tiga besar dalam pemilu di 2014 mendatang.

"2014 banyak yang diperhitungkan, target tiga besar harus bekerja keras memperoleh suara, dan itu yang akan menentukan, kecuali dalam waktu tiga tahun ini kerja keras dan berhasil baru kita bisa mencalonkan dari internal," tuturnya.

Abdul tidak memungkiri pemilu 2014 membutuhkan dukungan publik dan finansial yang tidak sedikit. "Maju sebagai calon nomor satu punya konsekuensi masing-masing, dukungan untuk pemilu presiden butuh finansial tidak sedikit, banyak pertimbangan, butuh dukungan lainnya juga," katanya.

Kata Abdul, PKS berusaha realistis melihat dukungan politik yang masih di bawah angka 10 persen. Hal ini, lanjutnya, tidak memungkinkan PKS mencalonkan dari kader internal. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan tokoh dari internal PKS juga bisa maju dalam bursa capres.

"Ada Hidaya Nur Hahid, Nur Mahmudi, Tifatul Sembiring, Luthfi Hasan sebetulnya mereka punya panggung tidak diragukan kapabilitasnya, tapi dukungan politik rill di bawah 10 persen itu persoalannya, tapi sangat mungkin kami berani mencalonkan kader kami sendiri," papar Abdul.

Terkait partai atau capres yang ingin bergabung dengan PKS, Abdul menjelaskan partainya akan membuka secara terbuka bagi capres yang memiliki kesamaan dalam visi dan misi.

"Kami tidak lihat nama dulu, tapi kesamaan platform reformasi siapa yang punya agenda reformasi agar maju dan tidak mandek, isu-isu krusial persoalan HAM, keberpihakan kepada penegakan hukum, konflik rakyat dengan penguasa dan pengusaha dihentikan, komitmen-komitmen yang harus dilihat dan diukur. Prorgres sekarang lama, penegakan hukum tidak jelas, kemiskinan semakin lama membengkak, ke depan presiden selain visi punya keberanian demi melanjutkan agenda reformasi. Komitmenya jelas kami dukung," paparnya. (sus)
(ful)

  • Broto - Angie » 0 Tanggapan
    Nafas Mbak Angie naik turun, tangannya sedang meraba-raba buah dadanya. Nafsu birahiku yang tadi telah kutuntaskan kini bangkit lagi melihat pemandangan di depanku. Tanpa berpikir panjang, kudekap tubuh Mbak Angie dari belakang, hingga penisku yang sudah menegang menempel hangat pada pantatnya, hanya dibatasi celanaku dan gaun tidurnya. Tanganku mendekap erat pinggang rampingnya. Dia hanya menoleh sekilas, kemudian tersenyum padaku. Merasa mendapat persetujuan, aku semakin berani. Kupindahkan tanganku dan kususupkan kebalik celana dalamnya. Kuraba-raba bibir vaginanya. ?Ohh? Broto? Enakk,? desahnya, ketika kumasukkan jari-jariku ke dalam lubang vaginanya yang telah basah. Setelah puas memainkan jari-jariku dilubang vaginanya, kulepaskan dekapan dari tubuhnya. Kemudian aku berjongkok di belakangnya. Kusingkapkan gaun tidurnya dan kutarik celana dalamnya hingga terlepas. Kudekatkan wajahku ke lubang vaginanya. Kusibakkan bibir vaginanya lalu kujulurkan lidahku dan mulai menjilati lubang vaginanya dari belakang, sambil kuremas-remas pantatnya. Mbak Angie membuka kedua pahanya menerima jilatan lidahku. Inilah v****a terindah yang pernah kurasakan. ?Oohh? Broto? Nik? mat,? suara Mbak Angie tertahan merasakan nikmat ketika lidahku mencucuk-cucuk kelentitnya. Dan kusedot-sedot bibir vaginanya yang merah. ?Ohh? Broto? Luarr? Biasaa? Enakk? Sedott? terus,? pekiknya semakin keras. Cairan kelamin mulai mengalir dari v****a Mbak Angie. Hampir setiap jengkal vaginanya kujilati tanpa tersisa. Mbak Angie menarik vaginanya dari bibirku, kemudian membalikkan tubuhnya sambil memintaku berdiri. Dia mendorong tubuhku ke dinding. Dengan cekatan ditariknya celanaku hingga terlepas, maka penisku yang sudah tegang, mengacung tegak dengan bebasnya. ?Ohh? Luar biaassaa? Broto? Besar sekali,? serunya kagum. ?Isepp? Mbak, jangan dipandang aja,? pintaku. Mbak Angie mengabulkan permintaanku. Sambil melepaskan gaun tidurnya, dia lalu berjongkok dihadapanku. Wajahnya pas di depan selangkanganku. Tangan kirinya mulai mengusap-usap dan meremas-remas buah pelirku. Sedangkan tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal penisku dengan irama pelan tapi pasti. Mulutnya didekatkan kepenisku dan dia mulai menjilati kepala penisku. Lidahnya berputar-putar dikepala penisku. Aku meringis merasakan geli yang membuat batang penisku semakin tegang. ?Ohh? Akhh? Mbaak? Nikk.. matt,? seruku tertahan, ketika Mbak Angie mulai memasukkan penisku kemulutnya. Mulutnya penuh sesak oleh batang penisku yang besar dan panjang. penisku keluar masuk di mulutnya. Mbak Angie sungguh lihai memainkan lidahnya. Aku dibuatnya seolah-olah terbang keawang-awang. Mbak Angie melepaskan penisku dari kulumannya setelah sekitar lima belas menit. Kemudian dia memintaku duduk dilantai. Dia lalu naik kepangkuanku dengan posisi berhadapan. Diraihnya batang penisku, dituntunnya ke lubang vaginanya. Perlahan-lahan dia mulai menurunkan pantatnya. Kurasakan kepala penisku mulai memasuki lubang yang sempit. Penisku serasa dijepit dan dipijit-pijit. Mungkin karena sudah sepuluh tahun tidak pernah terjamah laki-laki. Meski agak susah, akhirnya amblas juga seluruh batang penisku ke dalam lubang vaginanya. Mbak Angie mulai menaik-turunkan pantatnya, dengan irama pelan. Diiringi desahan-desahan lembut penuh birahi. Sesekali dia memutar-mutar pantatnya, penisku serasa diaduk-aduk dilubang vaginanya. Aku tak mau kalah, kuimbangi gerakkannya dengan menyodok-nyodokkan pantatku ke atas. Seirama gerakkan pantatnya. Oh, senangnya melihat penisku sedang keluar masuk vaginanya. Bibirku menjilati buah dadanya secara bergantian, sedangkan tanganku mendekap erat pinggangnya. Semakin lama semakin cepat Mbak Angie menaik turunkan pantatnya. Nafasnya tersengal-sengal. Dan kurasakan vaginanya berkedut-kedut semakin keras. ?Ohh? Broto? Aku? Mau? Keluarr,? pekiknya. ?Tahan? Mbaa..mbak? Akuu? Belumm? Mauu,?sahutku. ?Akuu? Tak? Tahann? Sayang,? teriaknya keras. Tangannya mencengkeram keras punggungku. ?Akuu? Ke? Ke? Luarr? Sayangg,? jeritnya panjang.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.