JAKARTA - Perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 20 Oktober lalu, diyakini bukan yang terakhir.
Hal tersebut di sampaikan Sekretaris Kabinet Dipo Alam saat menggelar
jumpa pers di Ruang Serbaguna Setneg, Jakarta Pusat. "Jangan lupa termasuk saya sendiri reshuffle tidak berhenti kemarin," kata Dipo, Kamis (29/12/2011).
Dipo menuturkan, setiap menteri harus bertanggungjawab dengan tugas yang diemban. Dia menyindir ulah menteri yang lepas tangan ketika dihempas isu negatif.
"Jadi menteri mau, tapi dalam kebersamaan kabinet ini, ketika ada berita-berita yang miring, ia enggan meluruskan. Saya kritik itu menteri-menteri seperti itu. Saya meminotor terus menteri-menteri yang harusnya dia berbicara, tapi diam saja di dalam tanggung jawabnya dia. Saya memonitor dan saya laporkan kepada Presiden," tuturnya.
Tak cuma menteri, semua unsur pemerintahan, kata Dipo harus bekerja sama menyukseskan program yang telah diputuskan. "Humasnya, menterinya, harus bersama-sama, karena kita ini sama-sama
pemerintahnya sama, mereka diangkat oleh presiden, pembantu Presiden, bertanggung jawab kepada Presiden, bukan partainya. Kalau tidak ya jangan jadi menteri," tutupnya.
(Ferdinan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.