JAKARTA- Sejumlah kasus rakyat dan tragedi kemanusian yang terjadi belakangan ini nampaknya akan menjadi ajang konsolidasi kekuatan bagi aktivis, mahasiswa, dan pemuda untuk melakukan perubahan.
Aktivis 98 Adian Napitupulu mengatakan saat ini gerakan kekuatan prodemokrasi sudah terkonsolidir semakin masif. Kelompok-kelompok yang tadinya berhasil dipecah belah dengan berbagai isu dan intrik oleh Istana saat ini mulai menyadari pentingnya bersatu.
"Banyak aktivis senior yang berusaha merapat ke lingkaran Istana ternyata tidak mendapatkan apa-apa baik posisi, uang, dan lainnya, selain setumpuk janji yang tidak pernah terealisasi," tulis Adian dalam pesan yang diterima okezone, Jumat (30/12/2011).
Ditambahkan Adian, di sisi lain gerakan pemuda dan mahasiswa terlihat semakin radikal seperti melakukan pelemparan tinja di setiap aksi termasuk juga pelemparan tinja ke Istana beberapa waktu lalu.
"Ini merupakan salah satu parameter kemuakan atas sejumlah kasus yang terjadi kepada rakyat seperti Mesuji, Papua, Bima. Ini juga menandakan rakyat yang ingin perubahan," tegasnya lagi.
Langkah konkret atas perubahan itu, pada Januari 2012 nanti diperkirakan akan menjadi bulan konsolidasi dan penuh dengan aksi-aksi kecil sebagai sarana latihan pemimpin massa.
Selanjutnya pada Febuari secara kuantitatif dan kualitatif aksi akan meningkat.
"Maret akan menjadi bulan represif karena diperkirakan rezim SBY akan sangat panik dan semakin represif. Jika aktivis mahasiswa sanggup melewati bulan ini maka aksi akan semakin eskalatif dan bisa mencapai titik puncak antara Mei dan Juni," predikasinya.
Sementara itu dikonfirmasi, sampai saat ini pihak Istana belum memberikan tanggapan akan rencana aksi besar untuk menggulingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ini.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.