SEMARANG - Personel Polsek Tugu, Semarang, mendatangi Panti Asuhan Darul Hadlanah di Mangkang, Jawa Tengah. Polisi menanyakan RA, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror.
Pengasuh Ponpes, Nur Afid, mengaku didatangi aparat intel dari Polsek Tugu sebelum perayaan Natal, 25 Desember pekan lalu. Kepada polisi, Nur Afid mengaku tidak mengenal RA.
"Kami bukan didatangi oleh Densus, tapi hanya anggota intel Polsek Tugu. Sebelum Natal, didatangi tapi karena yang dimaksud tidak ada, maka hari ini petugas kembali datang ke pondok," jelas Nur Afid, Sabtu (31/12/2011).
Selain menanyakan keberadaan remaja yang masih berstatus pelajar SMK itu, polisi juga meminta data dari dua anak asuh di Panti Asuhan tersebut yakni Winarto dan Nur Fuad.
"Dua anak ini dicurigai sebagai anggota kelompok Islam aliran keras seperti NII, tapi semua itu tidak terbukti," tegas Nur Afid.
Polisi, sambung dia, hanya ingin memastikan sejumlah orang yang gerak geriknya mencurigakan. "Apa yang dilakukan petugas hanyalah pendataan terkait keberadaan gerakan aliran keras dari kelompok Islam tertentu, tidak ada sesuatu yang terlalu ekstrem," sebutnya.
Sementara itu Winarto mengakui ada petugas intel yang mendatangi. "Mereka menanyakan apakah saya ikut kelompok Islam beraliran keras. Saya ditanya sekira 30 menit. Setelah itu petugas hanya menasihati saya agar tidak mengikuti aliran-aliran yang merugikan saya dan keluarga," kata Winarto.
Dia mengaku tidak mengenal RA atau Abdul Gofur yang tertangkap karena diduga akan melakukan aksi bom bunuh diri di Semarang. "Saya juga tidak kenal dengan RA atau Abdul Gofur. Nama itu saja saya tidak pernah dengar. Saya sempat bingung juga kenapa ada yang menuduh saya ikut NII atau sejenisnya," pungkasnya.
(Ferdinan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.