JAKARTA - Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq meyakini situasi politik di tahun 2012 akan memanas. Situasi ini bukan disebabkan persaingan partai politik, melainkan karena persoalaan sosial yang tak kunjung usai, termasuk konflik yang dipicu persoalan agraria.
“Menurut saya di tahun 2012 ini memang turbulensi politik akan menguat. Bukan akibat syahwat politik parpol menuju 2014, tapi karena eskalasi masalah-masalah sosial yang rawan memicu konflik horizontal dan ketidakpuasan terhadap pemerintahan,” ujar Mahfudz kepada wartawan, Selasa (3/1/2012).
Dia mencontohkan, konflik pertanahan yang sudah pada titik sangat kritis karena jumlah warga yang kehilangan akses atas tanah kian besaar. Sementara penguasaan tanah sebagai alat produksi banyak dikuasai oleh korporasi atau pemilik modal.
Apalagi, penyelesaian konflik melalui kekerasan sudah menjadi alternatif bagi masyarakat. Sementara pemerintah tak kunjung adil sebagai pelindung dan mediator bagi rakyat.
"Penyelesaian konflik dengan pendekatan kekerasan sudah jadi tren. Sementara pemerintah daerah dan pusat, termasuk institusi dan aparat keamanan dinilai tidak tegakkan hukum dengan adil, bahkan dipersepsi warga (polisi) cenderung memihak pemilik modal," tegasnya.
“Ini juga pertanda gagalnya agenda landreform. Ketika masalah-masalah ini mencuat ke permukaan dan diekspos luas media, maka wajar bila ada respons politik dari politisi,” pungkasnya.
(abe)