Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antispasi Bencana, Bali Anggarkan Rp30 Miliar

Rohmat , Jurnalis-Selasa, 03 Januari 2012 |12:08 WIB
Antispasi Bencana, Bali Anggarkan Rp30 Miliar
Ilustrasi banjir (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

DENPASAR - Bencana alam seperti banjir dan longsor mulai marak di awal 2012 ini. Mengantisipasi hal ini Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar.

"Kita akan tingkatkan dana tak terduga dari tahun lalu, ya hampir Rp30 miliar," ujar Gubernur Bali I Made Mangku Pastika di sela pelantikan pejabat di lingkungan Provinsi Bali, Selasa (3/1/2011).

Sementara pada tahun 2010 lalu, dana tak terduga dipasang mencapai Rp20 miliar lebih sehingga terjadi peningkatan hampir Rp10 miliar. Besarnya anggaran bersumber ABPD 2012 tersebut, kata Pastika diperuntukkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam seperti banjir atau longsor.

Selain dukungan anggaran, dalam mengantipasi bencana alam terus ditingkatkan kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait lainnya.

Diharapkan, dengan koordinasi antara semua unsur dan crisis center atau sistem penanggulangan bencana yang baik, maka akan lebih siap ketika bencana alam terjadi.

Kepala Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Penanggulangan Bencana Provinsi Bali I Putu Anom Agustina mengatakan, anggaran tak terduga tersebut merupakan dana on call, yang pemanfaatnya sewaktu-waktu terjadi bencana.

Artinya, dana itu baru bisa dicairkan ketika telah ada penetapan status bencana atau kejadian luar biasa dan jangka waktu penatapam status tersebut. Seperti tahun lalu, dana tak terduga dicairkan saat terjadi bencana banjir bandang di Celukan Bawang Kabupaten Buleleng.

Menyikapi kemungkinan terjadinya bencana alam tahun ini, pihaknya telah merancang kegiatan mitigasi bencana dan pola penanggulangannya baik sifatnya fisik maupun non-fisik.

Kegiatan dilakuan seperti managemen pengelolaan bencana secara menyeluruh pada fase pra bencana, tanggap darurat hingga fase pascabencana. Namun sumber pendanaan kegiatan tersebut bukan diambilkan dari dana tak terduga melainkan dari pos anggaran lainnya.

"Tahun ini, kami arahkan untuk peningkatan kesiapsigaaan masyarakat dan pemerintah, kegiatan mitigasi bencana hingga upaya melakukan pendataan untuk meminimalkan risiko," ujarnya.

Juga telah disiapkan, petugas yang tergabung dalam tim reaksi cepat di hampir semua kabupaten yang siap diterjunkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement