2 Perguruan Silat Bentrok, 2 Pendekar Terluka

|

Foto: Ilustrasi

2 Perguruan Silat Bentrok, 2 Pendekar Terluka

TULUNGAGUNG - Enam orang remaja digelandang ke Mapolsek Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Keenamnya diinterogasi untuk sebuah peristiwa perselisihan pendekar antar perguruan silat di sebuah warung kopi di Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.  

Adalah Feri Nugroho (17), Angga Septian (16), Mohaji Saputra (16), Bayu Setiawan (16), Feri Andi (17) dan Erfan Fauzi (18) yang merupakan para pendekar perguruan silat Pagar Nusa asal Desa Mboro Kecamatan Kedungwaru. Mereka diminta menjelaskan perselisihan yang melukai

Alexander Brilian (16) warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo dan Khoirul (19) warga Desa Dono, Kecamatan Sendang.

Alex dan Khoirul yang tercatat sebagai pendekar silat Setia Hati (SH) terluka pada bagian kepala dan tubuh. Keduanya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Tulungagung. Kepada petugas, Feri Andi yang mewakili rekanya mengatakan sedang asyik ngopi dan ngobrol di warung kopi. Kegiatan itu kerap mereka lakukan seusai latihan bela diri.

“Pada saat itu melintas puluhan sepeda motor yang diduga dikendarai orang-orang dari SH di depan kami, “ terangnya.

Selain melontarkan tatapan yang tidak bersahabat, orang-orang itu juga membunyikan mesin motor untuk menarik emosi penghuni warung kopi. Perkelahian pun tak terhindarkan. “Karena jumlah yang kalah jauh, kami memutuskan lari, “ terang Feri.

Namun ternyata aksi kekerasan itu berbuntut. Tak lama dari peristiwa itu, Alex dan Khoirul, dua orang pendekar SH yang nongkrong di area makam sebelah warung kopi Mangunsari tiba-tiba didatangi orang-orang tidak dikenal. Tanpa basa basi kedua pemuda ini langsung diserang. Setelah menghajar keduanya hingga babak belur, orang-orang yang diduga dari perguruan silat itu langsung pergi begitu saja.

Kapolsek Kedungwaru Ajun Komisaris Polisi Irwantono membenarkan ada enam orang yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan. Namun sejauh ini petugas belum menetapkan tersangka. “Yang pasti para pelaku bisa dijerat pasal penganiayaan, “ ujarnya, Selasa (3/1/2012).

Irwantoro juga menyesalkan peristiwa kekerasan ini. Sebab belum lama pada 30 November 2011 sebanyak 12 perguruan silat se-Tulungagung telah mengucapkan ikrar damai. Sumpah yang disampaikan di Mapolres Tulungagung itu menyatakan tidak akan ada lagi kekerasan yang melibatkan para perguruan silat. Kalaupun masih terjadi, pihak perguruan akan menyerahkan permasalahan sepenuhnya ke ranah hukum.

“Namun nyatanya sekarang masih terjadi juga (kekerasan), “sesalnya. (sus)

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Lika-Liku Siswa SMK Ciptakan Motor Bertenaga Gas 3 Kg