tragedi sukhoi

Menhub: Sumber Kencono Itu Bagus

K. Yudha Wirakusuma - Okezone
Selasa, 3 Januari 2012 20:22 wib

JAKARTA - Bus Sumber Kencono jurusan Surabaya-Yogyakarta kembali mengalami kecelakaan di Jalan Raya Madiun-Surabaya, tepatnya di Desa Jeruk Gulung Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu 1 Januari. Enam orang tewas seketika, sementara puluhan orang lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Kecelakaan tersebut merupakan kejadian yang kesekian kali dialami Bus Sumber Kencono. Desakan agar izin trayek bus tersebut dicabut semakin menguat.

Namun, menurut Menteri Perhubungan EE Mangindaan sebaiknya pencabutan izin operasi Sumber Kencono Dipikirkan lagi. Mengapa? Berikut petikan wawancara dengan Mangindaan, Selasa (3/1/2012).

Apakah Izin Trayek Bus Sumber Kencono Akan Dicabut?

Sekarang saya mau tanya, kecelakaan itu sudah diinvestigasi semua atau belum. Kalau belum, jangan tergesa-gesa. Kenapa? Kalau saya berhentikan Anda tahu Sumber Kencono punya bus berapa? 300 lebih.

Kita harus pikirkan 300 bus, dipegang oleh sopir dan kalikan dengan keluarga mereka. Berapa ribu orang yang akan kehilangan pendapatan dan sebagainya. Itu juga yang harus kita pikirkan, dampak sosialnya. Oleh karenanya itu perlu hati-hati dalam memutuskan itu.

Tapi, Wakil Gubernur Jawa Timur Sudah Merekomendasikan ke Pemerintah Pusat untuk Pencabutan Izin Tersebut?

Boleh saja, tapi saya akan pikirkan dampak sosialnya juga. Coba pikirkan juga berapa ribu yang akan kehilangan pendapatan.  Oleh karenanya kita lihat juga aturan, di mana sih sebenarnya kesalahannya. Misalnya sopir. Sopirnya yang baru, baru sebulan, atau trayek tersebut sebenarnya bukan di situ. Istilah saya kalau dikasih trayek harus dilatih betul-betul sopirnya, itu antara lain. Jangan kita lihat kecelakaannya saja.

Apakah Kemenhub Akan Melakukan Kajian Terlebih Dahulu?
 
Kami juga akan konfirmasi ke sana juga. Kalau memang ternyata fatal sekali ya apa boleh buat. Tetapi kalau ini kan masalah sosialnya juga harus dipikirkan. Juga kesalahannya ada di mana sebenarnya, lagi diinvestigasi sekarang.

Batas Fatal itu Seperti Apa?

Tidak ada SIM, kelayakan busnya. Nah itu kan fatal. Aturannya harus dilihat. Tapi kalau cuma human error seperti itu ya kita berpikir lagi. Tapi ingat, bukan lantas kita tidak mau ambil keputusan cabut trayek, bukan itu. Tapi dampak sosialnya itu, puluhan ribu lho, dikalikan keneknya berapa itu?

Sekali lagi, memang di trayek itu, Sumber Kencono paling banyak. Sekarang kalau kita berhentikan, orang yang biasanya naik Sumber Kencono gimana? Sumber Kencono itu termasuk bagus di sana, karena dia termasuk yang on time. Cuma ngebut-nya yang salah. Kita kasih peringatan supaya lebih hati-hati.
(ugo)