tragedi sukhoi

Menteri Dianggap Pembuat Gaduh di Ruang Publik

Misbahol Munir - Okezone
Rabu, 4 Januari 2012 07:00 wib
ist
ist

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hendaknya melakukan introspeksi diri terkait dengan himbauannya agar politikus dan media tidak membuat kegaduhan di tahun 2012.

"Himbauan agar politikus dan media tidak membuat kegaduhan di 2012, sangat naif. Presiden SBY seharusnya instrospeksi, dan menyadari bahwa kegaduhan seringkali bersumber dari perilaku tidak professional para pembantu presiden," ujar Bambang Soesatyo melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Jakarta, Selasa (3/12/2012) malam.

Menurutnya, kegaduhan di ruang publik tersebut harus ditanggapi sebagai bentuk kritik dari masyarakat terhadap pemerintahan yang dipimpin oleh SBY. Hal tersebut juga dikarenakan SBY terkesan lambat dalam menyikapi permasalahan yang berkembang di masyarakat.

"Gaduh di ruang publik harus ditanggapi sebagai kritik masyarakat. Publik gaduh menyikapi kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games Palembang karena presiden lamban menyikapi kasus ini. Bahkan publik melihat bagaimana Partai Demokrat terbelah dalam menyikapi kasus ini. Sampai dengan menghilangnya Muhammad Nazaruddin Presiden belum juga bersikap. Baru setelah arus kritik publik semakin deras, Presiden mengeluarkan perintah langsung kepada Polri untuk menangkap Nazaruddin," jelasnya.

Selain itu, Bambang juga menilai para pembantu presiden, yaitu menterinya, juga sebagai penyebab kegaduhan di masyarakat. Hal ini dikatakannya ketika Menteri Hukum dan HAM bersama wakilnya membuat kebijakan pengetatan remisi bagi terpidana korupsi dan terorisme.

"Belum tuntas kegaduhan akibat kasus wisma atlet dan proyek Hambalang, orang-orang kepercayaan Presiden yakni menteri Hukum dan HAM bersama wakilnya, kembali membuat ulah dengan menerbitkan kebijakan yang amatiran berjuluk pengetatan remisi bagi terpidana koruptor dan terpidana terorisme. Dari semula berjudul moratorium remisi, dalam hitungan jam judul kebijakan itu berubah menjadi pengetatatan remisi," ungkapnya.

"Bagaimana mungkin peristiwa-peristiwa seperti itu tidak menimbulkan kegaduhan? Jelas bahwa kegaduhan–kegaduhan itu bersumber dari orang-orang dekat atau para pembantu presiden. Para elite hanya bersuara menyikapi kejanggalan-kejanggalan yang timbul dari penguasa dan kekuasaan," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh elit politik untuk menjaga kestabilan politik pada tahun 2012. Para politikus diminta tidak membuat kegaduhan politik yang bisa mengganggu kestabilan poltik nasional.

“Tahun 2012 mendekati Pemilu, saya ajak politisi dan elit poilitik, untuk jaga stabilitas politik nasional. Rakyat tidak ingin kegaduhan politik yang berlebihan di negara ini,” kata SBY kepada wartawan di RSPAD Gatot Soebroto, Sabtu (31/12/2011). (ray)

(ful)

  • The Munafikun, SEMOGA AKU SALAH. » 0 Tanggapan
    Ini Dia Si ikan Salmon alias Asal Omong , Asal Mulutnya m*****g Pembela Koruptor Sejati. Tukang Pamer Kekayaan ditengah Kemiskinan Rakyat. Pemutar balik Fakta. Penyebar Fitnah, .Lengkap sudah gelar keburukan yang diperlihatkannya kepada kita bahwa , Rakyat telah salah pilih mendudukan orang seperti ini ditempat terhormat....Oh iya satu lagi.....Padahal Partainya katanya berkoalisi dengan Pemerintah.....jadi harus diberi satu gelar lagi....Pengkhianat ,Harapanku Hanya Satu......Semoga sema pikiranku itu SALAH.........SEMOGA..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Ksatria » 0 Tanggapan
    Model politisi yg hanya melihat orang lain dan tidak lihat diri sendiri, akan tidak laku di mata publik yg cerdas. Saya lebih baik golput nantinya sebab banyak politisi dan pejabat negara tidak layak untuk contoh hanya bisa omongdoang/kritik doang, tapi empatinya kurang peka.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • alfred kusuma » 0 Tanggapan
    sudah jelas sepak terjang DPR, tujuannya hanya untuk menjatuhkan pemerintah dan wibawa pemerintah, serta memperkaya diri sendiri. Panja dan segala macam Kunker serta angket untuk mencari uang tambahan. Berani ngak, buat aturan, kl anggota DPR gmhanya terima gaji toh... sedangkan segala bentuk panja, kunker, angket, dan lain2 ngak dibayar. Pengen lihat apa masih getol ngak...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • alfred kusuma » 0 Tanggapan
    sudah jelas sepak terjang DPR, tujuannya hanya untuk menjatuhkan pemerintah dan wibawa pemerintah, serta memperkaya diri sendiri. Panja dan segala macam Kunker serta angket untuk mencari uang tambahan. Berani ngak, buat aturan, kl anggota DPR gmhanya terima gaji toh... sedangkan segala bentuk panja, kunker, angket, dan lain2 ngak dibayar. Pengen lihat apa masih getol ngak...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.