Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DPRD Banten Belum Bentuk Tim Investigasi Asuransi

Yasser Ali Harakan (Okezone) , Jurnalis-Kamis, 05 Januari 2012 |00:10 WIB
DPRD Banten Belum Bentuk Tim Investigasi Asuransi
risalahdakwah.com
A
A
A

SERANG–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten nampaknya belum melakukan kesepakatan untuk membentuk tim investigasi dalam mengusut permasalahan asuransi dan pakaian anggota dan keluarga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten.

Ketua Fraksi Golkar SM Hartono mengatakan permasalahan internal di DPRD Banten seharusnya bisa diselesaikan secara baik-baik di internal dewan dan tidak perlu pembentukan tim investigasi. Karena, hal itu akan menciptakan suasana yang tidak nyaman di kalangan DPRD Banten.

“Pimpinan DPRD Banten memiliki wewenang, untuk memanggil instansi yang terkait untuk menyelesaikan permasalahan asuransi dan pakaian,” kata Hartono melalui telepon.

Ia mengatakan, untuk menyelesaikan permasalahan internal dewan tidak perlu memakai emosi, namun bisa diselesaikan secara baik oleh ketua dewan. Karena, pimpinan dewan adalah leader yang mampu menciptakan suasana kondusif di internal dewan.

“Jika ada itikad yang baik, maka permasalahan ini akan mudah diselesaikan tanpa harus adanya pembentukan tim investigasi. Artinya, masih membutuhkan kajian yang mendalam untuk membentuk tim investigasi,” katanya.

Dengan dibentuknya tim investigasi, lanjut Hartono, maka membuktikan bahwa pimpinan dewan tidak bisa menyelesaikan permasalahan internal atau memang tidak mampu dalam bekerja.

“Menyelesaikan permasalahan asuransi dan pakaian dewan saja tidak mampu, apalagi ngurusin rakyat Banten,” katanya.

Ia berharap, polemik pakaian dan asuransi bisa diselesaikan secara baik-baik dan cepat oleh pimpinan dewan. Tentunya penyelesaian tersebut harus benar dan tertib sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Sehingga kedepan permasalahan asuransi dan pakaian tidak terjadi lagi di internal dewan,” katanya.

Berbeda dengan kedua fraksi tadi, ketua Fraksi Demokrat Media Warman punya pendapat sendiri. Menurutnya asuransi dan pakaian dewan merupakan hak anggota dewan dan keluarga yang sudah diatur dalam undang-undang. Pelayanan yang kurang memadai dari pihak asuransi, rupanya menjadi keluhan anggota dewan.

“Dari keluhan itu saya meminta untuk diselesaikan oleh pimpinan dan sekretaris dewan. Namun, karena tidak pernah selesai maka saya mengusulkan untuk dibentuk tim investigasi. Namun, itu baru usulan,” katanya.

Ia berharap, polemik internal asuransi dan pakaian untuk segera selesai dan kedepannya permasalahan tersebut tidak kembali terjadi.

“Artinya pelayanan asuransi dan pakaian lebih baik lagi, terserah penyelesaiannya apakah dibentuk tim investigsi atau tidak. Jangan main-main dengan sesuatu yang tidak harus dimainkan,” katanya.

Media menegaskan, jika terbukti ada permaianan dalam pengadaan asuransi dan pakaian, maka harus diselesaikan dengan jalur hukum karena menggunakan uang negara. “Tentunya harus ditindak tegas,” tegasnya.

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement