tragedi sukhoi

Uji Kompetensi Bikin Guru Tertekan

Kamis, 5 Januari 2012 21:00 wib

JAKARTA - Meskipun uji kompetensi dinilai lebih mampu mengukur tingkat kemampuan para guru namun efeknya membuat mereka stres.
 
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uhamka Edi Sukardi mengatakan, tahun sebelumnya pemerintah mewajibkan para guru yang dilatih untuk mendapatkan sertifikasi guru memang hanya disyaratkan mengirim portofolio saja. Uhamka sendiri menjadi salah satu kampus yang ditunjuk pemerintah menjadi tempat pelatihan para guru atau yang disebut Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).
 
Edi mengatakan, dengan uji kompetensi diharapkan menjadi standar pengukuran yang lebih baik. Pasalnya, sebelum dinyatakan mendapat sertifikat para guru ini hanya menyertakan portofolio yang faktanya kompetensi mereka masih perlu dipertanyakan. Sementara di uji kompetensi itu diukur nilai pedagosis, profesional, jiwa sosial dan kepribadiannya. “Kecenderungannya, hanya para guru yang rajin saja yang lulus di kampus kami,” katanya di Jakarta, Kamis (5/12/2012).
 
Edi menyatakan, uji kompetensi memang menjadi program pemerintah yang harus diikuti oleh PLPG. Namun dirinya tidak menampik bahwa uji kompetensi menjadi harapan menghasilkan kualitas guru yang tidak asal-asalan. “Mereka lulus uji kompetensi dulu baru masuk PLPG,” ujarnya.
 
Uji kompetensi juga mempermudah proses seleksi di setiap PLPG. Sebelum adanya ujian kompetensi, para guru yang dilatih sangat beragam kemampuannya maka dengan ujian ini proses penyaringan pun semakin ketat.
 
Namun Edi menyatakan, proses uji yang semakin panjang ini banyak membuat para guru tertekan. Pasalnya, sebelum ini para guru hanya ditugasi mengajar tanpa ada yang mengawasi dan menilai hasil kinerjanya. “Mereka tertekan karena sebelum ini enjoy,tidak ada yang mengawasi. Sekarang ada yang menemani, merasa dinilai dan menjadi tertekan selama dibina,” ujarnya.
 
Proses pelatihan sendiri dilakukan selama sembilan hari. Pemerintah memberikan subsidi Rp125.000 per guru sehingga mereka dapat diasramakan. Selama pembinaan mereka akan dilatih meningkatkan kompetensi keguruannya, konten mata pelajaran lalu membuat penelitian dalam model pengajaran. Edi menjelaskan, tahun lalu ada 6.500 guru yang ikut PLPG di Uhamka, sejumlah 130 guru dinyatakan tidak lulus karena kehadiran yang rendah dan masalah administrasi.
 
Edi mengungkapkan, untuk tahun ini pemerintah menyatakan kuota nasional guru yang akan disertifikasi akan mencapai 300.000 orang. “Kami belum tahu berapa kuota untuk Uhamka. Mudah-mudahan akan naik dari 6.500 guru,” harapnya.
 
Dirinya juga menyesalkan, guru yang sudah senior banyak yang menolak uji kompetensi. Itu menandakan mereka memang tidak mempunyai kemauan untuk meningkatkan kemampuan diri sendiri. Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo menyatakan, dengan adanya uji kompetensi ini terkesan pemerintah makin menyulitkan guru untuk meraih sertifikasi.
 

(Neneng Zubaidah/Koran SI/abe)

  • Rachmat » 0 Tanggapan
    uji kompetensi guru bagus dilaksanakan tapi mengapa baru sekarang bagi peserta sertifikasi 2012 ? dulu peserta th 2006 s.d 2009 cukup dengan portofolio begitu mudah? tetapi sekarang untuk menjadi guru profesional dipersulit dengan adanya uji kompetensi, bagi yang lulus akan dilanjut ke PLPG.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sopyan hadi » 0 Tanggapan
    dari awal seharusnya memang ada uji kompetensi, tidak peduli yang senior atw yg muda, toh semua statusnya sama GURU. knpa mesti tkut?,trtekan? stres? jgn cuma bisa menguji anak2 didik saja, tapi tkut untuk di uji. maju terus Guru indonesia!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • MUSLIMIN MAPPE » 0 Tanggapan
    Maju terus kawan-kawan guru seluruh Indonesia, kita semua ini pahlawan tanpa tanda jasa, kita ini pahlawan pembangunan melawan kebodohan dan kemiskinan, terus tingkatkan kinerja a***h akan membalasnya kelak !
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ADRIANSON YAYAN » 0 Tanggapan
    Maju terus Guru.........jgn takut....buktikab Gurumu.......Uji kompetensi itulah nilai faktanya....jgn cuman berani d depn anak kecil...hadapi Profesor itu.....OKE........siapa takuttttttttt......
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yahya » 0 Tanggapan
    Maju terus para pahlawan bangsa... Guru, karena kita semua negara ini ada, merdeka dan beradab... pantang menyerah...uji kompetensi itu kecil...xixi pasti kita semua lulus cz ini makanan kita sehari-ahari
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.