Terlibat Teror, Mantan Panglima Militer Turki Dibui

Terlibat Teror, Mantan Panglima Militer Turki Dibui
ANKARA - Seorang mantan Panglima Militer Turki dipenjara oleh pihak berwenang setelah dirinya terbukti bersalah bermaksud untuk mengorganisir aksi teror. Aksi dimaksudkan untuk menurunkan Perana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

Jenderal (purn) Ilker Basbug, merupakan sosok petinggi militer paling senior yang dihadapkan pada pengadilan terkait usaha makar. Basbug ditangkap dan ditempatkan di penjara dekat Istanbul, setelah sebelumnya menjalani proses pemeriksaan selama tujuh jam. Demikian diberitakan Associated Press, Jumat (6/1/2012).

Para penyelidik melakukan interogasi terkait tuduhan bahwa pihak militer membiayai puluhan situs internet, yang bertujuan untuk Pemerintahan PM Erdogan pada 2009 silam.

Beberapa tersangka lain sudah divonis bersalah dalam kasus ini, termasuk seorang jenderal dan laksamana. Keduanya sebelumnya mengaku bertindak atas perintah dari Basbug. Basbug yang pensiun pada Agustus 2010 lalu, memang memegang tampuk kepemimpinan militer saat itu.

Namun saat penyelidikan, Ilkay Sezer pengacara dari Basbug menolak tegas tuduhan yang dihadapkan kepada kliennya. Plot pengkhianatan ini sendiri merebak di publik saat banyak surat kabar di Turki memuat kejahatan itu.

Penyelidikan atas konspirasi ini dilaporkan tidak konklusif karena dokumen asli yang membuktikan kejahatan ini tidak dapat ditemukan. Namun tahun lalu, penyelidikan dilanjutkan kembali setelah seorang perwira militer dengan sengaja mengirimkan dokumen asli kepada jaksa penuntun umum di Istanbul.

Akibat penemuan dokumen tersebut, ratusan orang termasuk warga sipil dan pensiunan jenderal dibawa ke muka pengadilan. Mereka dituduh terlibat plot yang dimaksudkan untuk menciptakan ketidakstabilan di Turki dan berencana untuk meruntuhkan pemerintahan yang sah. 

Pihak militer sendiri menyatakan 58 jenderal ataupun laksamana mereka saat ini dipenjara akibat kasus tersebut.
(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Video Siswi SMP Bercumbu di Hutan Beredar Luas