JAKARTA - Seorang anggota Polisi di Malang, Jawa Timur, terluka akibat dikeroyok oleh kumpulan anak punk. Tak hanya itu mobil anggota polisi juga dirusak sekelompok anak muda ini.
Salah satu tokoh under ground, Sance Herianto, mengaku mendukung langkah tegas polisi menindak kemunitas punk yang bertindak kriminal. Bahkan, kata dia, tak salah jika pihak kepolisian melakukan razia terhadap para preman yang memakai atribute punk.
"Buat saya preman yang bergaya punk tangkep aja. Kalau dia sudah melakukan tindak kriminal, saya mendukung sepenuhnya polisi untuk menangkap pelaku di Malang," kata Sance dalam pesan singkatnya kepada okezone, Senin (9/1/2012).
Dia mengaku memang tak gampang membedakan mana punk yang sesungguhnya dan preman bergaya ala punk. Para preman yang beratribut punk juga kerap membuat kericuhan saat komunitas under ground mengadakan acara.
“Kalau di acara, punk kentrung datang. Mereka enggak akan masuk, males beli tiket, bilangnya enggak punya duit, tapi beli anggur bisa beli berbotol- botol. Nanti setelah mereka minum-minum bikin rusuh. Hal itu merugikan band yang bermain dan pihak panitia," imbuhnya.
Dia mengatakan, saat ini komunitas under ground khususnya, agak susah untuk mendapatkan izin dari pihak kepolisian untuk mengadakan acara. "Sampai sekarang tempat acara misalnya kaya di djavu sarinah, rossi cafe fatmawati mereka enggak kasih izin untuk band punk, padahal yang itu menghambat kita sendiri," terangnya.
(ded)